x
x

Pemkab Lumajang Pulihkan Ekonomi Penyintas Gunung Semeru

Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengandalkan pemberdayaan berbasis kadang terpadu di lahan relokasi untuk memulihkan ekonomi penyintas erupsi Gunung Semeru.

"Konsep pemberdayaan ekonomi mulai kandang terpadu di huntara dan huntap. Itu sekaligus melestarikan hutan, dan lahan itu sepenuhnya milik warga" tegas Bupati Lumajang Thoriqul Haq, Jumat (25/2).

Thoriqul yang menjadi pembicara dalam sarasehan alumni Dies Natalis ke-40 Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang, mengatakan kandang hewan ternak terpadu menjadi salah satu solusi pemberdayaan sosial ekonomi di hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Upaya itu diharapkan bisa menyejahterakan masyarakat.

Ia mengungkapkan warga terdampak Gunung Semeru nantinya menempati lahan relokasi seluas 81 hektare. Lahan hutan itu sudah ada site plane, jalan, fasilitas umum dan kandang ternak terpadu.

Saat ini, sudah terbangun sekitar 441 hunian sementara dan 783 hunian tetap di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro. Namun, belum ada sambungan listrik dan air minum.

Pemulihan ekonomi juga dilakukan Pemerintah Provinsi Jatim. Dalam hal ini, Kepala BPBD Jatim Budi Santosa menyarankan Pemkab Lumajang agar berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengusulkan sektor ekonomi terdampak seperti lahan, persawahan, ternak dan UMKM. Program padat karya juga penting untuk memberikan stimulan ekonomi.

Di sisi lain, harus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, pembersihan material vulkanik, fasum, rumah warga dan tempat ibadah.

"Selanjutnya memastikan kehidupan sosial budaya masyarakat kembali normal," tutur Budi.

Budi mengungkapkan rumah terdampak erupsi Gunung Semeru sebanyak 1.107 unit dan pengungsi sebanyak 3.824 orang.

Sementara itu Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut Laksamana Pertama Awando Bastari mengatakan pemerintah harus memberikan permodalan untuk UMKM. Hal itu untuk meningkatkan usahanya.

Berikutnya perbaikan infrastruktur dan saluran irigasi diperbaiki agar masyarakat segera bangkit memanfaatkan lahan sebagai mata pencaharian.

"Intinya, masyarakat terdampak punya keinginan kuat segera bangkit dari keterpurukan sosial ekonomi," tegasnya.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur