Manajemen Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard, Kota Malang, Jatim, kewalahan menerima pasien Covid-19 lantaran tingginya lonjakan penularan.
Direktur RS Lapangan Ijen Boulevard Malang Heri Sutanto mengatakan sampai Jumat (18/2/2022), sebanyak 16 pasien berencana masuk.
"Adapun antrean pasien sebanyak 27 orang pria dan 33 perempuan," tegasnya.
Para pasien covid-19 itu terpaksa antre karena banyaknya pasien yang menginginkan perawatan di RS setempat berkapasitas 326 tempat tidur.
Tingginya pasien covid-19 juga terjadi di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Kasubag Humas RSSA Malang Dony Iryan Vebry Prasetyo mengungkapkan, Bed Occupancy Rate (BOR) trennya meningkat.
Dony menjelaskan perkembangan data terbaru, BOR instalasi covid-19 terisi 71,6% atau 91 pasien dari kapasitas 127 tempat tidur. Ketersediaan tempat tidur di ruang perawatan pasien covid itu sudah ada penambahan dari sebelumnya hanya 88 tempat tidur.
Saat ini, manajemen RSSA Malang berniat menambah lagi kapasitas perawatan mengingat trennya terjadi lonjakan pasien.
"Nanti bisa nambah lagi tempat tidur untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus seperti tahun 2021 lalu. Sekarang trennya memang naik, pasien terbanyak warga Malang Raya," ujarnya.
Tingginya lonjakan pasien covid-19 itu memaksa Pemkot Malang membuka isolasi terpusat (isoter) khusus untuk warga Kota Malang di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jalan Laksamana Adi Sucipto.
"Isoter ini berkapasitas 50 tempat tidur untuk pelayanan kesehatan dan perawatan dalam proses penyembuhan covid-19," kata Wali Kota Malang Sutiaji.
Editor : Redaksi