x
x

Suparma Optimistis Potensi Pasar Tisu Masih Besar. Begini Langkahnya

JATIMKINI.COM, Produsen tisu dan kertas PT Suparma Tbk (SPMA) masih cukup optimistis dengan kondisi pasar tahun ini dan tahun depan meskipun terdapat beberapa tantangan kebijakan pemerintah seperti wacana kenaikan PPN 12n penghematan belanja pemerintah di sektor Horeka (hotel, kafe, restoran).

Direktur Suparma, Hendro Luhur mengatakan kenaikan PPN 12% sudah dipastikan bakal menurunkan daya beli masyarakat terutama bagi segmen menengah ke bawah. Menurunya, sebagus apapun produk tisu/kertas yang dihasilkan jika tidak ada daya beli maka akan mempengaruhi kinerja penjualan bersih yang sulit tercapai.

“Selain itu, bagi perusahaan yang belum memungut PPN seperti UMKM tentu dampaknya akan kesulitan karena setiap pembelian dipungut PPN, dan PPNnya tidak bisa dikreditkan sehingga menambah beban produksi dari UMKM ini. Apalagi kebanyakan UMKM di Indonesi bergerak dalam bidang F&B termasuk pedagang kaki lima, nah mereka itu kan konsumen produk kita yang kertas cokelat LWK dan juga tisu, jadi kenaikan PPN dampaknya menurunkan daya beli,” jelasnya dalam paparan publik, Senin (25/11/2024).

Meski begitu, lanjut Hendro, perseroan masih optimistis dengan potensi pasar tisu dan kertas ke depan. Di tahun ini saja, hingga September 2024, SPMA berhasil mencatatkan kinerja penjualan bersih sebesar Rp1,96 triliun atau setara 72,7ri target penjualan sampai akhir tahun sebesar Rp2,7 triliun. Capaian selama 9 bulan ini mengalami sedikit peningkatan sebesar 1% atau sebanyak Rp19,3 miliar dibandingkan periode yang sama 2023. Namun jika dibandingkan dengan capaian pada 2022 yakni menembus Rp3,1 triliun, maka target di 2024 ini memang turun.

“Kami optimistis target sampai Desember nanti bisa tercapai karena capaian penjualan kita sudah berada di track yang benar. Sampai Oktober penjualan bersih Suparma sudah terealiasasi Rp2,2 triliun atau setara 81,6ri target,” ujarnya.

Sedangkan kinerja laba berjalan selama 9 bulan ini mengalami penurunan Rp28,9 miiar atau turun 20,1% menjadi Rp114,9 miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban pokok penjualan Rp46,2 miliar yang menyebabkan penurunan laba kotor Rp36,6 miliar dan penurunan margin laba kotor menjadi 16,3ri periode yang sama tahun lalu sebesar 18,2%.

Meskipun harga jual rata-rata kertas selama 9 bulan ini turun 3,5% menjadi Rp11.939 , tapi secara kuantitas, penjualan kertas SPMA naik sebanyak 7.300 MT atau 4,6% menjadi 164.295 MT.

Di tengah tantangan industri tisu dan kertas yang ada, lanjut Hendro, Suparma masih akan terus melanjutkan investasi yang telah dimulainya sejak 2023 seperti investasi mesin Steam boiler dengan kebutuhan belanja modal sebesar US$10 juta. Sampai September ini, investasi yang didanai dari kas internal telah terserap sebesar US$8,6 juta.

“Keunggulan dari steam boiler ini lebih ramah lingkungan karena ditunjang dengan spesifikasi penggunaan bahan baku batu bara sebesar 25% atau sekitar 60% lebih rendah dibandigkan steam boiler yang sudah ada, serta sisanya memanfaatkan sludge, limbah plastik dan limbah kayu untuk diubah menjadi energi panas,” paparnya.

Selain itu, perseroan juga melakukan investasi berupa Paper Machine No.11  dengan kebutuhan modal sebesar US$23 juta. Mesin ini akan menghasilkan produk tisu, yang nantinya dapat menambah kapasitas terpasang kurang lebih 27.000 MT.

Kepala Divisi SPMA, Buyung Oktaviano menambahkan potensi pasar produk tisu dan kertas di Indonesia ke depan masih cukup besar, mengingat tingkat konsumsi tisu di Indonesia masih rendah sekitar 0,5 kg/orang/tahun. Jika dibandingkan dengan negara lain, masih sangat jauh, seperti di Singapura, tingkat konsumsi tisu masyarakatnya mencapai 27 kg/orang/tahun, dan di Malaysia mencapai 21,5 kg/orang/tahun.

“Sedangkan kita hanya 0,5 kg, jadi sangat jauh sekali. Ini masih jadi oprtuniti untuk menambah kapasitas dan memenuhi kebutuhan tisu di Indonesia,” imbuhnya.

 

 

 

 

 

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin