x
x

Siap – Siap Nih Merdeka Copper Tawarkan Obligasi. Anda Minat , Ini Jadwalnya..

Perusahaan bidang pertambangan terbesar ketiga di dunia versi Morgan Stanley Capital International (MSCI) PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana akan melangsungkan penawaran umum obligasi pada 7-8 Desember 2022 nanti, penjatahan dilaksanakan pada 9 Desember 2022, pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi secara elektronik pada 13 Desember 2022, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 14 Desember 2022 nanti.

Dalam aksi korporasi ini, MDKA menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT UOB Kay Hian Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjamin emisi obligasi. Sementara dari perbankan yakni, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dipercaya sebagai wali amanat, dan penjamin emisi obligasi akan ditentukan kemudian.

Penawaran umum obligasi ini dikarenakan MDKA akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022 senilai Rp 4 triliun. Aksi korporasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Merdeka Copper Gold dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 15 triliun.

Obligasi yang ditawarkan MDKA ini terdiri dari seri A, B, dan C. Pada seri A, surat utang tersebut memiliki jangka waktu selama 367 hari, kemudian seri B selama tiga tahun, dan seri C berjangka waktu lima tahun terhitung sejak tanggal emisi.

"Bunga obligasi dibayarkan setiap kuartal, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 13 Maret 2023. Sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan obligasi seri A dibayarkan pada 20 Desember 2023, kemudian seri B dibayarkan pada 13 Desember 2025 dan seri C dibayarkan pada 13 Desember 2027. Pelunasan masing-masing seri obligasi akan dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo," terang manajemen MDKA beberapa hari lalu

Dikatakan, sebanyak 23 persen dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk melunasi obligasi berkelanjutan III tahap I seri A sebesar Rp 959 miliar yang akan jatuh tempo pada 15 Maret 2023. Selanjutnya, sebanyak 47 persen dana hasil obligasi akan dikucurkan kepada anak usaha perseroan, PT Bumi Suksesindo (BSI) untuk melunasi utang akibat Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir pada 10 Juni 2021 lalu , sebagaimana diubah dengan Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali pada 14 Oktober 2022 jo.

Lalu, Perjanjian Penundukan Diri Peningkatan Akordion pada 24 September 2021, Perjanjian Induk 2002 International Swaps and Derivatives Association pada 10 Juni 2021 jo dan perjanjian-perjanjian lainnya. Adapun selebihnya, dana yang terhimpun akan dimanfaatkan perseroan untuk kegiatan eksplorasi dan modal kerja.

Berita Terbaru
Jumat, 11 Jul 2025 12:07 WIB

Hong Kong Tarik Peluang Kedatangan Wisatawan Indonesia di HKTB Trade & Media Luncheon Surabaya

JATIMKINI.COM, Pemerintah Hong Kong tahun ini tengah membidik kunjungan wisatawan mancanegara secara total mencapai 49 juta wisatawan yang salah satu
Kamis, 10 Jul 2025 18:48 WIB

Layanan Baru TPS Perkuat Jalur Perdagangan ke China Utara

TPS membuka layanan baru di awal semester kedua 2025 dengan mendapat kepercayaan untuk melayani rute Surabaya China Utara.
Kamis, 10 Jul 2025 12:19 WIB

EIGER Junior Kirim 2.000 Tas Sekolah untuk Anak-Anak di Pelosok Indonesia

JATIMKINI.COM, Mengawali Juli 2025, musim liburan sekolah jadi momentum EIGER Junior untuk berkeliling Indonesia. Membawa satu misi khusus, menjelajahi ribuan
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit