x
x

Poltekkes Malang Penyuluhan di TPA Tlekung

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Malang, Jawa Timur, menggelar penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Tlekung, Kota Batu, Minggu (18/9). Pengabdian masyarakat itu memperingati Hari Palang Merah Indonesia bersama Pemkot Batu.

Para pekerja pemilah sampah di TPA itu antusias memeriksakan kesehatan. Mereka menerima layanan tensi darah dan tes diabetes. Setelah itu, dokter memberikan vitamin dan obat.

"Kami memberikan penyuluhan bagian dari mengedukasi dan pengabdian masyarakat," tegas Dosen Poltekkes Malang Dyah Widodo.

Dyah menjelaskan materi yang disampaikan tentang keselamatan dan kesehatan kerja bagi pemulung. Mereka pekerja rentan dan memiliki risiko tinggi terpapar bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan. Karena itu peningkatan kesadaran sangat penting dalam menggunakan alat pelindung diri. Termasuk perlu kerja sama lintas program melibatkan Pemkot dan akademisi guna meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.

Kepala Bidang Pelayanan Pembiayaan Sumber Daya Kesehatan Kota Batu dr Icang Sarrazin mengatakan hasil cek kesehatan dan pemeriksaan penyakit tidak menular mulai kolesterol, gula darah dan asam urat.

"Alhamdulillah petugas pemilah sampah tidak ada penyakit serius. Ada gula darah dan tensi darah tinggi. Lalu kita sarankan pengobatan ke puskesmas," katanya.

Sejauh ini, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso getol mendorong peningkatan edukasi agar masyarakat mengelola sampah sejak dari rumah.

Upaya itu sejalan dengan strategi dan kebijakan tata kelola persampahan yang prosesnya di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Menurut Kepala DLH Kota Batu Aris Setiawan, pengelolaan sampah semakin membaik dari hulu sampai hilir. Bahkan, TPA Tlekung dibangun menjadi wisata edukasi yang akan diresmikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada Oktober nanti.

Saat ini, 48 pegawai TPA Tlekung sudah tercover BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka pekerja rentan saban hari memilah 120 ton-140 ton sampah per hari.

Pengelola TPA Tlekung juga mengembangkan usaha magot sebagai nilai tambah. Gas metana di tempat itu dimanfaatkan untuk bahan bakar gratis pengganti elpiji oleh warga di 2 Rukun Warga.

Aris mengatakan pengelolaan sampah yang kini bekerja sama dengan pihak swasta terus dikembangkan dalam skala bisnis yang hasilnya nanti bisa menambah pendapatan asli daerah.

"Tahun depan diproyeksikan hasil penjual sampah bisa bagi hasil antara perusahaan dengan pemda," pungkasnya.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur