x
x

Atasi Inflasi, Ibu Ibu Belanja Masakan Jadi. Lebih Irit

JATIMKINI.COM, Media sosial banyak ditemui netizens menulis status tentang harga-harga kebutuhan berganti harga, bukannya menurun tapi justru nilai uang semakin tidak berharga. Harga beras dan sayur meroket bersama pulsa internet yang kini masuk dalam daftar kebutuhan pokok.

"Sebelumnya membawa uang lima puluh ribu sudah bisa membeli kebutuhan rumah untuk dua hari tapi sekarang untuk sehari saja tidak cukup," tutur Lasmi, urban asal Bojonegoro yang ngekost di Manukan Subur Surabaya.

Untuk menyiasati inflasi harga pangan, ibu-ibu di perumahan Griya Kencana, Kedungmaling, Mojokerto memilih untuk membeli masakan jadi. Melalui pesan WhatsApp, setiap hari ada info menu yang ditawarkan pengelolah masakan. Ada sayur sup plus ayam goreng dan bergedel, kadang kothokan ikan pe, sayur lodeh disertai bandeng goreng, dan lain-lain.

Harga per paket berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Jauh lebih murah daripada memasak sendiri selain bisa mengirit tenaga dan gas elpiji. Ifah yang bersama ibunya yang membuka bisnis rumahan tersebut menuturkan, dalam sehari bisa melayani sekitar lima belas pelanggan.

Pembelian masakan jadi pun banyak dilakukan oleh kalangan pekerja di kawasan Balongsari, Tandes, Surabaya. Harga sebungkus sayur asem, sup atau sayur bening dibandrol Rp 3 ribu, lauknya ada ayam kecap, ceker ayam, tempe goreng, pindang atau telur bumbu bali harganya Rp 2,5 ribu sampai Rp 5 ribu per potong.

"Saiki dhuwik gak ono ajine Mas, nol'e tambah akeh tapi gak isok nyukupi kebutuhan," kata Siti, warga Balongsari. Sekarang uang nggak ada nilainya, nolnya tambah banyak tapi tidak bisa mencukupi kebutuhan.

Di akhir tahun, laporan neraca keuangan BUMN serta keuangan negara menyita pemberitaan di berbagai media massa. Tapi semua itu sepertinya tidak berpengaruh pada kondisi grass root, kalangan akar rumput. Mereka bergulat dengan kondisi ekonominya yang perlu diatasi dengan segala akal agar tetap bertahan hidup.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur