Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, tetap mencarikan solusi mahasiswa dan calon mahasiswa yang ekonomi orangtuanya terdampak pandemi covid-19.
"Siswa yang diterima melalui jalur UTBK dan SNMPTN tapi terkendala ekonomi tetap akan dibantu," tegas Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Heri Prawoto, Kamis (7/4).
Baca juga: Kontingen Kota Malang di Cabor Cricket Berhasil Bawa Pulang 5 Medali Emas Porprov IX 2025
Ia menjelaskan UB tidak menaikkan uang kuliah tunggal (UKT) tahun ini. Adapun UKT masih sama seperti tahun sebelumnya, terendah Rp500 ribu per semester.
Setelah siswa lolos seleksi, lanjutnya, rektorat UB memberikan waktu untuk menuliskan gaji orangtua. Setelahnya, ada waktu klarifikasi terkait hal itu.
Baca juga: Hadirkan Konsep Baru, Bolu Malang Singosari Grand Opening Omah Singosari di Kayutangan
"Saat membubuhkan penghasilan orangtua harus jujur, jangan sampai setelah masuk lalu ada revisi penghasilan orangtua," katanya.
Saat ini, pendaftaran mahasiswa baru mulai dibuka. UB tidak mewajibkan tes antigen maupun PCR termasuk saat daftar ulang. Pasalnya, seluruh proses berbasis komputer dengan mematuhi aturan protokol kesehatan.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 2024 Dihantui Lesunya Daya Beli dan Kebijakan Global
"Proses daftar ulang bukan di kampus. Semua data melalui sistem, upload dari rumah masing-masing," imbuhnya.
Ia mengungkapkan, kuota penerimaan mahasiswa baru tahun 2022 melalui SNMPTN sebesar 20% atau sebanyak 3.445, SBMPTN 30% atau 5.125 dan Mandiri 50% atau 8.570.
Editor : Redaksi