JATIMKINI.COM, Media berbasis digital Hallo.id mereformasi konten dalam menyajikan informasi terbaru yang digawangi langsung Andy Setiawan untuk dijadikan media ekonomi dan bisnis secara nasional.
Andy Setiawan mengatakan, Hallo.id yang berdiri sejak 4 Maret 2015 yang didirikan oleh Budi Purnomo Karjodihardjo.dibawah naungan PT Fokus Cyber Media Hallo Media Network (HMN Media) dimana sebelumnya bernama Hallobogor.com yang telah menjadi media nasional.
Baca juga: Ketua PWI Jatim Minta Industri Media Terus Berinovasi Tapi Tetap Jaga Etika Jurnalistik
Menurut Andy Setiawan , hadirnya media Hallo.id di industri media saat ini akan menjadi media yang berfokus pada isu-isu perekonomian.
Langkah strategis ini kata Andy Setiawan, diambil untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pelaku usaha, investor, akademisi, hingga para pembuat kebijakan terhadap informasi ekonomi yang kredibel, cepat, dan dapat dipercaya.
"Reformasi konten ini guna memperkuat kualitas jurnalistik melalui pemberitaan yang lebih analitis, berimbang, dan relevan terhadap dinamika ekonomi nasional maupun global," terang Andy Setiawan dalam keterangan resminya di Surabaya, Senin ( 3/8/2026)
Lebih lanjut Andy Setiawan mengungkapkan, kehadiran media online Hallo.id untuk membangun fondasi pemberitaan melalui empat rubrik utama, yaitu Ekonomi, Bisnis, Finansial, dan Internasional.
Rubrik Ekonomi menyajikan perkembangan kebijakan pemerintah, kondisi makroekonomi, inflasi, investasi, hingga dinamika sektor industri yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara rubrik Bisnis menghadirkan informasi mengenai dunia usaha, strategi perusahaan, inovasi produk, ekspansi bisnis, serta perkembangan berbagai sektor industri di Indonesia maupun dunia.
Adapun rubrik Finansial berfokus pada sektor perbankan, pasar modal, investasi, asuransi, hingga perkembangan teknologi finansial (fintech) yang semakin berperan dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca juga: Ketua JMSI Jatim Minta Pengurus JMSI Banyuwangi Harus Independen. Reaksi Bupati Banyuwangi Begini
Sedangkan rubrik Internasional memberikan perspektif mengenai perkembangan ekonomi global, termasuk kebijakan ekonomi negara-negara mitra strategis Indonesia seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Uni Eropa.
Sebagai bagian dari transformasi redaksional, sekitar 60 persen konten Hallo.id kini didominasi pemberitaan ekonomi.
Sementara 40 persen sisanya tetap menghadirkan berita non-ekonomi yang terbagi dalam kategori Peristiwa dan Hiburan untuk menjaga keseimbangan informasi bagi pembaca.
Kategori Peristiwa meliputi Nasional, Politik, Megapolitan, dan Nusantara. Sedangkan kategori Hiburan terdiri atas Lifestyle, Entertainment, dan Sport.
"Komposisi tersebut dirancang agar Hallo.id tetap mampu memenuhi kebutuhan pembaca yang menginginkan informasi komprehensif tanpa mengurangi identitas utamanya sebagai media ekonomi nasional," jelasnya Andy Setiawan juga pengurus PWI Jatim ini
Baca juga: Pemerintah Batasi Akun Media Sosial Anak, Pakar Umsura: Regulasi Algoritma Lebih Penting
Selain melakukan transformasi konten, Andy Setiawan juga mendorong penguatan distribusi berita melalui berbagai platform digital yang dapat diakses melalui situs web, Google News, aplikasi di Play Store maupun App Store, serta aktif memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
"Kami telah melakukan kerja sama dengan pihak. PT Promedia Teknologi Indonesia. Tujuannya, guna memperkuat pengembangan media digital dan memperluas jangkauan pemberitaan dari Hallo.id," pungkas Andy Setiawan
Editor : Ali Topan