JATIMKINI.COM, Kemajuan teknologi akhirnya memberi dampak cukup signifikan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Bluru Kidul Kabupaten Sidoarjo. Mereka yang tergabung dalam Kelompok UMKM Pengrajin Kain Perca sudah mengelola pesanan dan laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi berbasis website bernama E-Perca.
Salah satu Pengrajin Kain Perca, Ismayati mengaku ordean yang dilakukan oleh konsumen sudah mulai menggunakan aplikasi.
“Alhamdulilah, untuk aplikasi E-Perca yang sudah diajarkan oleh UHW Perbanas sudah ada orderan yang mulai masuk diaplikasi. Dan, kami juga sudah bisa bikin laporan keuangan dengan benar,” terang Isma
Selain pemanfaatan aplikasi E-Perca, Isma bersama kelompoknya telah memasarkan produk secara digital dengan memanfaatkan platform media sosial Instagram hingga e-commerce.
“Adanya bantuan dari UHW Perbanas sangat membawa banyak manfaat untuk kelompok kain perca. Sehingga produk kami akan mudah dikenal oleh masyarakat dan kami juga semakin semangat untuk menciptakan produk-produk baru dari perca dan juga semakin banyak income yang masuk,” tambahnya.
Sebelumnya, Kelompok UMKM Pengrajin Kain Perca Bluru Kidul mendapat pelatihan membuat gantungan kunci (Ganci) dan selosong benang. Dua produk ini menjadi produk baru bagi kelompoknya sehingga meningkatkan pilihan bagi konsumen saat memilih cinderamata.
Sementara itu, Dosen UHW Perbanas, Ari Cahya Puspitaningrum, S.Kom., M.Kom., mengatakan rangkaian pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh timnya merupakan salah satu upaya meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Pengrajin Kain Perca Desa Bluru Kidul, Kabupaten Sidoarjo. Pihaknya juga memilih kelompok pengrajin tersebut sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat, karena adanya potensi besar bagi mereka dalam mengolah limbah tekstil menjadi produk bernilai ekonomi.
"Rumah Perca Bluru Kidul memiliki potensi yang sangat baik. Para pengrajin mampu mengubah limbah kain perca menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai jual. Karena itu, kami ingin membantu meningkatkan daya saing mereka melalui penguatan branding, digitalisasi tata kelola dan pemasaran, hingga pengelolaan usaha berbasis teknologi," ungkap Ari dalam keterangan resminya di Surabaya kemarin
Tidak hanya itu, kelompok pengrajin kain perca juga disediakan fasilitas mesin jahit quilting dan mesin bordir komputer. Menurut Ari, pemberian ini bertujuan untuk semakin meningkatkan kualitas produk, mulai dari kelancaran produksi hingga tampilan semakin menarik.
“Kami juga membantu menyusun dan memberi SOP (Standard Operating Procedure,-red) produksi. Mereka pun kami beri pemahaman terkait dokumentasi quality control untuk mengecek kualitas produk,” tambahnya.
Untuk diketahui, aktivitas ini Tim Dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.
Dirinya pun berharap, program pengabdian yang dilakukan olehnya timnya ini ke depan menjadi fondasi bagi pengembangan usaha Rumah Perca Bluru Kidul secara berkelanjutan.
Editor : Ali Topan