JATIMKINI.COM, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur lakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Briket Limbah Bonggol Jagung di Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang beberapa hari lalu.
Sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan KKN kelompok 19 UPN Veteran Jawa Timur ini sebagai upaya mengatasi limbah jagung cukup besar mengingat lahan milik petani cukup luas. Umumnya, limbah banggol tersebut yang menghasilkan cukup besar hanya dibakar bahkan dibiarkan menumpuk begitu saja akan berpotensi mencemari lingkungan.
Ada pun kegiatan yang dilakukan KKN kegiatan ini bertujuan untuk mengolah limbah bonggol jagung menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi alternatif pengelolaan limbah pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Ketua KKN Kelompok 19 UPN Veteran Jawa Timur Bagus Budi Wibawanto mengatakan, pihaknya memberi meteri membahas potensi bonggol jagung sebagai bahan baku briket, manfaat briket sebagai bahan bakar alternatif, serta tahapan pembuatannya.
"Dalam sosialisasi dan pelatihan ini diikuti sebanyak 20 peserta dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari lima orang, untuk mengikuti praktik pembuatan briket secara langsung," kata Bagus Budi Wibawanto
Dengan pendampingan mahasiswa KKN ini kata Bagus Budi Wibawanto, para peserta mempraktikkan proses pencampuran bahan, pengulenan, pencetakan, hingga pembentukan briket. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama praktik dan diskusi.
Bagus Budi Wibawanto berharap, kegiatan yang dilakukan KKN Kelompok 19 UPN Veteran Jawa Timur masyarakat dapat melihat bonggol jagung bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi
Menanggapi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 19 UPN Veteran Jawa Timur ini
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Wringinpitu, Ibu Hj. Indah Kumala menyambut baik langkah yang dilakukan para mahasiswa UPN Jawa Timur.
"Mengapresiasi inisiatif para mahasiswa KKN ini dalam menghadirkan program yang sesuai dengan potensi desa serta berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat nantinya," ujar Indah Kumala
Sementara itu salah satu kader PKK dan Posyandu Desa Wringinpitu, Zulianti menyampaikan, bahwa selama mengikuti sosialisasi dan pelatihan soal limbah cukup kesannya dan memiliki manfaat yang banyak
"Sangat bermanfaat nggih tentunya. Disini kan banyak limbah jagung dan kita tidak tahu potensi pengolah jagung sehingga dibuang begitu saja atau hanya dibakar. Dengan adanya sosialisasi ini, kita dapat ilmu baru bahwa pengolahan limbah jagung bisa menjadi ladang uang untuk tambahan belanja," tutur Zulianti ini
Ditulis : Zulfika Naula Shafa/ Tim KKN Kelompok 19 UPN Veteran Jawa Timur
( Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur )
Editor : Ali Topan