JATIMKINI.COM, Di tengah ketidakpastian perekonomian global, PT Sekar Laut Tbk (SKLT) masih cukup optimistis terhadap kinerja perseroan yang tahun ini dipatok bisa tumbuh 10ri sisi penjualan, dan berharap mampu menghasilkan laba bersih yang tumbuh 20%.
Corporate Secretary Sekar Laut, Jimmy Herlambang menjelaskan untuk mencapai target tersebut perseroan akan terus mengembangkan produk baru misalnya seperti produk di segmen kerupuk dengan macam variasi rasa, begitu juga di segmen saos dan sambal serta bumbu masak, rencananya perseroan akan mengeluarkan produk baru untuk pasar ritel dan tepung bumbu sachet 90 gram.
Baca juga: Ekspansi ke Pasar Afrika, SIG Perdana Ekspor Klinker ke Mauritania
“Kami juga terus melakukan penetrasi pasar, kami aktif perluasan distribusi di Jawa dan luar Jawa, sampai ke daerah terpencil. Untuk ekspor, dengan kondisi perang seperti sekarang, tahun ini kami berusaha cari daerah pemasaran baru seperti di Taiwan dan China, serta Afrika. Dengan strategi tersebut, harapannya meningkatkan penjualan 10n laba 20%,” jelasnya dalam Paparan Publik di Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Di samping itu, lanjutnya, di awal tahun perseroan juga telah menaikkan harga produk hingga 10% seiring dengan kenaikan harga bahan baku plastik untuk packaging sebagai dampak dari krisis energi dan perang antar negara.
Meski begitu, lanjutnya, perseroan tetap menyiapkan strategi manajemen dengan mengantisipasinya melalui bufferstock dan bekerja sama dengan beberapa supplier agar keterbatasan bahan baku tidak terjadi.
“Jadi kita harus bisa memastikan keberlangsungan packging tadi sampai akhir tahun ini sehingga tidak menggangu produksi. Kami juga adjustment harga dan menekan biaya produksi semaksimal mungkin sehingga dampak kenaikan harga tidak langsung berdampak ke konsumen melalui peningkatan kapasitas dari mesin baru yang lebih efisien,” paparnya.
Adapun saat ini kapasitas produksi Sekar Laut secara total mencapai 50.000 ton, yang terdiri dari 18.000 ton produksi kerupuk, 27.000 ton produksi saos dan sambal, serta 5.000 ton untuk produksi roti. Rencananya di tahun ini produksi akan ditingkatkan, khususnya produk saos dan sambal naik sebanyak 15.000 ton karena tingginya permintaan pasar.
Baca juga: Menapaki Selera Kaki Bangsa Korsel
Untuk serapan pasar domestik berkontribsui hingga 85% produk dan ekspor berkontribusi 15%. Melalui perluasan pasar ke Afrika, Taiwan dan China, harapannya ada peningkatan kontribusi pasar hingga 2,5% - 5%.
Direktur Sekar Laut, John C. Gozal menambahkan, dalam kondisi geopolitik global sejak beberapa tahun terakhir, SKTL masih mampu menutup kinerja yang memuaskan. Pada 2025, Sekar Laut mencatat kinerja pedapatan sebesar Rp2,65 triliun atau tumbuh 16% dibandingkan 2024, sedangkan laba bersih meningkat 6%.
“Di tengah menurunnya daya beli masyarakt, dan meningkatnya suku bunga acuan, serta semakin maraknnya produk asing di pasar dalam negeri, Sekar Laut berhasil menjaga stabilitas kinerja usaha sepanjang tahun karena didorong oleh bertambahnya titik distribusi serta inovasi produk,” katanya.
Dari kinerja 2025 itu, peningkatan terjadi di segemen produk kerupuk yang naik 12%, saos sambal naik 15%, sedangan segmen roti turun karena dipengaruhi kondisi daya beli.
Baca juga: Ekspor-Impor Dongkrak Arus Peti Kemas IPC TPK 13,8 Persen hingga Agustus 2025
Editor : Peni Widarti