x
x

Penjabat Wali Kota Malang Gelontor Pangan Murah Tiap Pekan

JATIMKINI.COM, Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berkomitmen menurunkan harga pangan yang terus melambung sekaligus mengendalikan inflasi. Caranya dengan menggelar operasi pasar yang bergulir setiap pekan merambah lima kecamatan dimulai Senin (20/11) mendatang.

"Harga yang tidak terkendali itu gula dan cabai," tegas Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Jumat (10/11).

Wahyu menjelaskan harga beras stabil meski di atas harga eceran tertinggi (HET). Kendati demikian, warga memiliki pilihan beras lebih murah, yakni program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog Rp10.900 per kg. Harga beras Bulog itu sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023, yakni HET beras medium Rp10.900 per kg dan beras premium Rp 13.900 per kg.

Harga beras medium berbagai merek yang dijual di pasar bervariasi mulai Rp12.500 per kg hingga Rp14.000 per kg. Menyikapi hal itu, Wahyu menyatakan harga beras di tiap warung berbeda dengan selisih Rp100 per kg sampai Rp200 per kg.

"Memang harga beras masih di atas HET, yang penting stoknya aman dan harga stabil," ucapnya.

Menurut Wahyu, kenaikan harga beras lantaran kemarau ekstrem berimbas penurunan produksi. Solusinya sekarang hanya dengan operasi pasar dan pasar murah guna membantu masyarakat. Selain memasok beras, Pemkot Malang akan menggelontor gula dan cabai. Saat ini, harga grosir cabai rawit Rp49 ribu per kg dan harga gula Rp16 ribu per kg.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan operasi pasar baru akan digelar Senin (20/11) di lima kecamatan sampai Sabtu (25/11) mendatang. Nantinya, pasar murah menjual paket beras, gula dan minyak goreng Rp100 ribu dari harga normal Rp150 ribu per paket.

"Ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan sistem kupon. Yang kaya jangan ikut beli paket," ujarnya.

Inflasi bulanan di Kota Malang mengalami kenaikan semula 0,18% menjadi 0,26% pada Oktober. Kini, Kota Malang terus mencari cara menekan inflasi agar tidak menjadi-jadi pada November ini.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur