x
x

Implementasi K3 Ga Ribet, Begini Penjelasan Pelindo Multi Terminal

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Multi Terminal melakukan serangkaian program untuk membudayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Budaya K3 di lingkungan pelabuhan sangat penting, lantaran risiko yang sangat tinggi di tempat kerja.

Program yang dilakukan subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT) menggelar pelatihan online bertajuk Safety Champion Training (WSO Safety Passport), secara virtual 26-27 Oktober 2023. Dalam kegiatan ini, SPMT menunjuk 50 Ahli K3 untuk menjadi agen perubahan atau change agent K3.

“Budaya keselamatan merupakan pondasi menciptakan tempat kerja yang aman dan selamat. Membangun budaya keselamatan perlu waktu, proses berkelanjutan, keterlibatan semua unsur dan konsistensi,” kata Chairman World Safety Organization (WSO) Indonesia, Soehatman Ramli, dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/10/2023).

Ia menambahkan perlu dukungan dari para pekerja, sebagai katalisator sekaligus agent of change. Para pekerja diharapkan bisa membentuk budaya keselamatan yang berperan sebagai roles model.

Dalam menerapkan budaya K3 di tempat kerja termuat tiga pilar utama, yaitu aspek keteknikan, sistem, dan manusia. Aspek keteknikan menyoroti unit terminal yang terdapat alat berat dan alat angkut.

Peralatan ini memunculkan potensi kecelakaan dan gangguan operasi. Berikutnya sistem manajemen K3 dan prosedur kerja standar. Fungsinya untuk memastikan operasional berjalan sesuai syarat K3.

“Terakhir, muatannya erat dengan aspek manusia. Ini aspek paling penting, sebagai change agent dan change champion. Pilar ketiga ini bukan hanya roles model dalam membangun budaya K3, tetapi mewujudkan safety culture perusahaan,” lanjutnya.

Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan budaya K3 di tempat kerja bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan change agent K3 sebagai wakil dan perpanjangan tangan entitas bisnis.

“Para pekerja bersertifikasi AK3 tidak hanya mendapatkan pemahaman dan sertifikat. Peran pekerja kompleks. Harus bisa mengedukasikan, menyosialisasikan, menyebarluaskan, dan bisa menjadi agen perubahan di tempat kerja, agar K3 diimplementasikan dengan baik,” Edi menjelaskan.

Agen perubahan, lanjutnya, memiliki peran penting membantu organisasi dalam mengubah perilaku dan sikap pekerja terhadap implementasi K3.

“Adanya agen perubahan, organisasi bisa mencapai perubahan budaya yang lebih aman dan kesadaran tinggi terkait keselamatan. Pada akhirnya dapat mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit di tempat kerja,” urai Edi.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur