x
x

Kala Kader Posyandu Serempak Dukung Sutiaji

Sabtu, 17 Jun 2023 08:40 WIB

JatimKini

Hari masih pagi saat para kader posyandu se Kota Malang, Jawa Timur, berkumpul untuk mendengarkan arahan dari Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji menyampaikan pentingnya deteksi dini posyandu dan optimalisasi buku kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini, setiap kader posyandu harus memahami tugas terutama mendeteksi dan mengidentifikasi berat badan dan tinggi badan anak sejak lahir.

Kegiatan timbang badan anak dilakukan tiap bulan. Selanjutnya, kader posyandu mencatat dalam buku KIA sebagai upaya langkah identifikasi stunting secara dini yang dapat dilakukan orang tua.

Hampir satu jam, Sutiaji bicara betapa pentingnya upaya deteksi dini dalam penanganan stunting. Suasana ruangan tenang karena mereka tertib menyimak semua arahan.

Baca juga : Keroyokan Cegah Tengkes

Saat di akhir pengarahan, Sutiaji menyinggung insentif yang selama ini diterima oleh para kader posyandu. Sontak, mereka langsung sumringah. Suasana pun pecah, betapa gembiranya ibu-ibu saat diajak bicara soal honor.

Sutiaji sempat menanyakan besaran insentif, lalu mereka menjawab serempak Rp110 ribu dipotong pajak. Lalu, dua orang kader posyandu diminta memberikan penjelasan.

"Saya dari Bareng, kami dapat Rp110 ribu dipotong pajak. Cairnya tiga bulan sekali. Cair di rekening masing-masing."

Kader dari Polehan turut menimpali. "Saya dari Polehan. untuk tahun 2023, Januari tidak terima. Kita terima sejak Februari."

Sutiaji bermaksud memastikan insentif yang diberikan ke kader posyandu tersebut sudah sesuai.

"Jalok tambah, tambah piro? (minta tambah, tambah berapa?)," ucap Sutiaji.

Ibu-ibu serempak menjawab minta dua kali lipat dari yang mereka terima saat ini sambil menyuarakan "Cegah stunting itu penting."

Mereka juga minta pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita. "Semoga sehat selalu Pak Sutiaji," celetuk ibu-ibu dan langsung dijawab amin oleh Sutiaji sembari melanjutkan dialog dengan penuh keramahtamahan.

"Gak kurang a? (Apa tidak kurang?)," imbuh Sutiaji yang disambut tawa para kader posyandu.

Selanjutnya, Sutiaji menyatakan akan menaikkan insentif kader posyandu di APBD 2024 dan berharap DPRD menyetujui niat baik tersebut. Para kader posyandu pun serempak mendukung.

Sutiaji berpesan, angka stunting sebanyak 3.220 anak. Dengan kader posyandu sebanyak 6.202 orang, maka setiap kader hanya mendampingi satu anak. Dengan begitu, percepatan penanganan stunting akan lebih optimal apalagi prosesnya melibatkan lurah dan camat.

Di Kelurahan Merjosari, misalnya, penanganan stunting sudah baik. Kader Posyandu Anggrek, Yatimul Aula dan Tri Rahayu menyatakan meski aktivitas posyandu di halaman rumah warga, tetapi pendataan dan penanganan stunting sesuai prosedur dan arahan dari Dinas Kesehatan.

Setelah itu, Sutiaji menutup acara pengarahan deteksi dini pencegahan stunting.

"Sukses selalu, mudah mudahan Allah memberikan kekuatan kepada panjenengan semua, diberikam rezeki barokah, keluarga sakinah mawadah warohmah. Dzurriyah kita dzurriyah saleh salihah. Mudah-mudahan kita jadi orang yang husnulkhatimah," pungkasnya disambut amin oleh ibu-ibu kader posyandu.

Editor : Redaksi

LAINNYA