x
x

Kala Kader Posyandu Serempak Dukung Sutiaji

Hari masih pagi saat para kader posyandu se Kota Malang, Jawa Timur, berkumpul untuk mendengarkan arahan dari Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji menyampaikan pentingnya deteksi dini posyandu dan optimalisasi buku kesehatan ibu dan anak. Dalam hal ini, setiap kader posyandu harus memahami tugas terutama mendeteksi dan mengidentifikasi berat badan dan tinggi badan anak sejak lahir.

Kegiatan timbang badan anak dilakukan tiap bulan. Selanjutnya, kader posyandu mencatat dalam buku KIA sebagai upaya langkah identifikasi stunting secara dini yang dapat dilakukan orang tua.

Hampir satu jam, Sutiaji bicara betapa pentingnya upaya deteksi dini dalam penanganan stunting. Suasana ruangan tenang karena mereka tertib menyimak semua arahan.

Baca juga : Keroyokan Cegah Tengkes

Saat di akhir pengarahan, Sutiaji menyinggung insentif yang selama ini diterima oleh para kader posyandu. Sontak, mereka langsung sumringah. Suasana pun pecah, betapa gembiranya ibu-ibu saat diajak bicara soal honor.

Sutiaji sempat menanyakan besaran insentif, lalu mereka menjawab serempak Rp110 ribu dipotong pajak. Lalu, dua orang kader posyandu diminta memberikan penjelasan.

"Saya dari Bareng, kami dapat Rp110 ribu dipotong pajak. Cairnya tiga bulan sekali. Cair di rekening masing-masing."

Kader dari Polehan turut menimpali. "Saya dari Polehan. untuk tahun 2023, Januari tidak terima. Kita terima sejak Februari."

Sutiaji bermaksud memastikan insentif yang diberikan ke kader posyandu tersebut sudah sesuai.

"Jalok tambah, tambah piro? (minta tambah, tambah berapa?)," ucap Sutiaji.

Ibu-ibu serempak menjawab minta dua kali lipat dari yang mereka terima saat ini sambil menyuarakan "Cegah stunting itu penting."

Mereka juga minta pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita. "Semoga sehat selalu Pak Sutiaji," celetuk ibu-ibu dan langsung dijawab amin oleh Sutiaji sembari melanjutkan dialog dengan penuh keramahtamahan.

"Gak kurang a? (Apa tidak kurang?)," imbuh Sutiaji yang disambut tawa para kader posyandu.

Selanjutnya, Sutiaji menyatakan akan menaikkan insentif kader posyandu di APBD 2024 dan berharap DPRD menyetujui niat baik tersebut. Para kader posyandu pun serempak mendukung.

Sutiaji berpesan, angka stunting sebanyak 3.220 anak. Dengan kader posyandu sebanyak 6.202 orang, maka setiap kader hanya mendampingi satu anak. Dengan begitu, percepatan penanganan stunting akan lebih optimal apalagi prosesnya melibatkan lurah dan camat.

Di Kelurahan Merjosari, misalnya, penanganan stunting sudah baik. Kader Posyandu Anggrek, Yatimul Aula dan Tri Rahayu menyatakan meski aktivitas posyandu di halaman rumah warga, tetapi pendataan dan penanganan stunting sesuai prosedur dan arahan dari Dinas Kesehatan.

Setelah itu, Sutiaji menutup acara pengarahan deteksi dini pencegahan stunting.

"Sukses selalu, mudah mudahan Allah memberikan kekuatan kepada panjenengan semua, diberikam rezeki barokah, keluarga sakinah mawadah warohmah. Dzurriyah kita dzurriyah saleh salihah. Mudah-mudahan kita jadi orang yang husnulkhatimah," pungkasnya disambut amin oleh ibu-ibu kader posyandu.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur