x
x

Keroyokan Cegah Tengkes

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan persoalan stunting atau tengkes itu beragam dan kompleks. Temuan di masyarakat, soal tumbuh kembang anak berasal dari keluarga prasejahtera sampai sejahtera.

"Problem stunting itu makro, terbanyak soal psikologi. Ada yang dari (keluarga) miskin dan tidak. Faktornya juga macam-macam," tegas Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (31/5).

Pemkot Malang berkomitmen menekan angka tengkes dengan target sampai zero. Hal itu menjadi keniscayaan lantaran kaitannya dengan penyiapan generasi emas Indonesia.

Sejarah akan mencatat kualitas generasi masa depan ditentukan oleh kebijakan pemimpin sekarang. Karena itu, penanganan tengkes dilakukan serius. Akselerasi secara keroyokan melibatkan berbagai pihak.

Spirit itu yang diperkuat bersama kader kesehatan dan posyandu sebagai garda terdepan. Strateginya dengan melakukan deteksi dini pencegahan tengkes berbasis masyarakat.

Itu sebabnya Pemkot Malang cepat bertindak, lurah dan camat didorong bekerja lebih giat. Kader kesehatan dan posyandu yang sudah bekerja keras dalam menekan angka tengkes diberikan tambahan insentif secara layak. Kini, setiap kader menerima insentif Rp110.000 per bulan. Nantinya, insentif dipastikan meningkat dengan catatan disetujui dewan.

"Tahun ini kita anggarkan untuk menaikkan insentif. Mereka kader kesehatan, bukan hanya mengurusi stunting, tapi ngurusi kabeh (semua)," katanya.

Saat ini, angka tengkes di Kota Malang sebanyak 3.220 anak dari 37.000 balita. Datanya detail dengan nama dan alamat, bukannya berlandaskan perkiraan dalam persentase seperti sebelumnya. Angka riil itu terungkap saat bulan timbang.

Dengan kemampuan 6.202 kader posyandu, maka penanganan tengkes akan cepat tuntas. Sebab, tiga kader posyandu hanya menangani seorang balita.

Dalam hal ini, posyandu terus diperkuat mulai posyandu lansia, posyandu anak dan posyandu remaja.

"Posyandu anak dikuatkan litigasinya dalam mendeteksi dini stunting. Ibu hamil diperhatikan melibatkan nutrisionis," ucapnya.

Pencegahan tengkes pun akan lebih efektif karena kerja keroyokan. Prosesnya melibatkan kantor urusan agama, literasi di masyarakat sejak pranikah sampai usai menikah.

"Cross cutting dengan keroyokan melibatkan tugas dinas sosial dalam bantuan sosial, dukcapil berkaitan dengan data, pekerjaan umum berkaitan dengan sanitasi dan lingkungan. Dinas ketahanan pangan dan pertanian berkaitan ketahanan dan keamanan pangan," ujarnya.

Saat ini, kinerja penanganan tengkes di Kota Malang berhasil dengan baik. Pencapaian tahun 2022 sudah 8,9ri target RPJMD sebesar 14%.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur