JATIMKINI.COM , DPC PDI Perjuangan Surabaya terus menyasar kaum milenial dalam membangun lebih maju untuk NKRI. Bulan Bung Karno adalah moment yang tepat Partai Moncong Putih meluncurkan program Banteng Kalcer Kota Surabaya, Minggu (14/05/2026).
Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji di Kantor DPC PDIP Surabaya. Peresmian ditandai dengan penyematan kaus Banteng Kalcer kepada perwakilan generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut. Momentum peluncuran berlangsung di sela-sela kegiatan Gowes Kelana Bung Karno yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan.
Acara berlangsung meriah dengan hiburan musik yang dipandu DJ profesional. Para peserta, khususnya kalangan Gen Z, tampak menikmati suasana santai dan penuh kebersamaan yang dikemas jauh dari kesan formal.
Dalam sambutannya, Cak Ji yang juga Wakil Walikota Surabaya itu menyatakan, bahwa semangat Bung Karno harus terus diwariskan kepada generasi muda Surabaya. Menurutnya, Bung Karno bukan hanya Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sosok yang lahir dan tumbuh sebagai arek Surabaya.
“Bung Karno itu arek Surabaya. Itu yang harus diingat oleh semua warga Kota Surabaya. Pagi hari ini kita juga telah meresmikan Banteng Kalcer yang ada di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Ini bagian dari upaya agar PDI Perjuangan tetap eksis di Kota Surabaya, tetap bergotong royong dan terus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya
Cak Ji mengatakan, kekuatan partai tidak hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
“Makanya kita harus berbuat, terus berbuat, terus berbuat. Tidak mengenal lelah, tidak mengenal capek. Yang penting perbuatan kita baik, maka akan selalu diingat oleh warga Kota Surabaya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPC PDIP Surabaya, Khusnul Khotimah, menjelaskan bahwa Banteng Kalcer lahir dari kebutuhan menghadirkan ruang yang lebih dekat dengan karakter generasi muda saat ini. Ia mengaku, masih banyak anak muda yang memandang politik sebagai sesuatu yang serius, kaku, dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih relevan dengan dunia mereka.
“Banteng Kalcer ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkumpul, berjejaring, sekaligus mengenal dunia politik dengan suasana yang lebih nyaman dan terbuka. Politik tidak harus selalu dibicarakan dalam forum formal, tetapi juga bisa hadir melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka,” ujarnya.
Khusnul mengatakan, program tersebut akan menghadirkan berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat generasi muda, mulai dari olahraga bersama, diskusi santai, kegiatan sosial, hingga kolaborasi kreatif dengan berbagai komunitas. Respons positif dari kalangan muda adalah aktivitas olahraga bersama seperti running dan kegiatan komunitas lainnya yang saat ini menjadi tren di kalangan anak muda.
“Anak muda memiliki energi, ide, dan kreativitas yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita membuka ruang agar mereka bisa berkontribusi, menyampaikan gagasan, dan merasa menjadi bagian dari gerakan bersama,” katanya.
Khusnul menegaskan bahwa Banteng Kalcer tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang untuk membangun kepedulian sosial dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah. Politik bukan hanya berbicara tentang kekuasaan dan pemilu, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.
“Melalui Banteng Kalcer, kami ingin menunjukkan bahwa politik bisa dekat dengan anak muda, bisa menyenangkan, dan bisa menjadi ruang untuk berkontribusi," ungkapnya.
Peluncuran Banteng Kalcer pada Bulan Bung Karno dinilai menjadi simbol upaya PDIP Surabaya menghubungkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dengan semangat generasi masa kini. Di tengah perkembangan era digital dan perubahan pola komunikasi anak muda, pendekatan yang lebih kreatif, kolaboratif, dan kekinian dinilai menjadi kunci untuk membangun keterlibatan generasi muda dalam kehidupan politik dan sosial.
Editor : Ali Topan