JATIMKINI.COM, Persebaya baru saja meluncurkan jersey (seragam) edisi 99 dengan dominasi hijau sebagai warna kebesaran. Mengusung tema “99 Alasan Mencintai Persebaya” AZA menghadirkan jersey yang seolah mengikat Bonek dan Bonita secara emosional.
Senior Manager Brand AZA dan Persebaya Store, Arif Rahman Hakim, mengatakan bahwa jersey ini bukan sekadar apparel. Menurutnya, jersey ini menjadi koleksi yang penuh kenangan dan kebanggaan sebagai pendukung Persebaya.
“Setiap orang memiliki alasan berbeda untuk mencintai Persebaya. Pesan itulah yang kami angkat lewat jersey,” ujar Arif Rahman Hakim, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Dari sisi material, jersey ini menggunakan bahan ringan dengan gramasi 130 gsm. Berat ini memberikan sensasi sejuk, jatuh (flowy), dan nyaman saat dikenakan. Jersey ini juga dilengkapi teknologi anti-bau dan quick dry untuk menunjang kenyamanan pengguna.
Francisco Rivera turut memamerkan jersey anyar Persebaya.
Penggunaan kain rib khusus pada kerah dan lengan memberikan sentuhan yang lebih lembut, sekaligus menghadirkan kesan elegan. Ada dua versi Persebaya 99th Anniversary Jersey.
Versi pertama lengan pendek dan versi berikutnya lengan panjang. Keduanya memberikan pilihan bagi kolektor maupun pendukung yang menyukai tampilan klasik.
Kali ini Persebaya menghadirkan Francisco Rivera sebagai model utama. Satu lagi adalah palang pintu Risto Mitrevski turut dihadirkan sebagai model utama jersey terbaru Persebaya.
“Kami ingin menyampaikan bahwa setiap jahitan dan detail jersey menjadi pengingat bahwa di baliknya tersimpan banyak cerita. Jersey ini kami hadirkan cerita para pemain dan jutaan pendukung bersama Persebaya selama puluhan tahun,” tegasnya menambahkan.
Peluncuran jersey ini mendapat sambutan positif dari Bonek dan Bonita. Antusiasme tersebut terlihat dari berbagai komentar pada tiga konten peluncuran yang diunggah di media sosial.
Sejumlah warganet menyambut antusiasi hadirnya seragam baru untuk musim 2026-2027. Munculnya jersey Persebaya di media social resmi, langsung dibanjiri komentar yang mencapai 600 lebih.
Editor : Rochman Arief