JATIMKINI.COM, Belasan element masyarakat yang peduli terhadap seni dan budaya Kota Surabaya melakukan demo terkait pengosongan ruang sekretariat dan galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di gedung DPRD Surabaya, Senin (11/05/2026).
Massa yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Publik Kesenian Surabaya dimulai dari Balai Kota Surabaya ke DPRD Surabaya terdiri dari unsur seniman, promeg, mahasiswa dan lain-lain tidak ditemui oleh anggota dewan. Hingga berakhir adanya tabur tai ayam di halaman gedung sebagai bentuk protes.
Dalam orasinya di Alon- Alon Surabaya, massa menyebut keberadaan DKS dan Balai Pemuda adalah bagian penting dalam sejarah perkembangan seni dan budaya di kota Surabaya, sejak 1971.
Pengosongan ruang sekretariat dan galeri DKS oleh Pemerintah Kota Surabaya menjadikan pelaku seni kehilangan ruang untuk berekspresi dalam melakukan kegiatan.
"Ruang kesenian ini sudah menjadi rumah bersama bagi para pelaku seni dan budaya selama puluhan tahun,” ujar salah satu peserta aksi.
Masa Aksi Solidaritas Seniman Surabaya yang melakukan demo di halaman Gedung Balai Pemuda berakhir damai. Demo yang dimulai pukul 10.00 WIB, berhasil menyegel dan menduduki kembali sebagai jawaban bahwa tempat tersebut adalah milik generasi muda.
"Saya tidak mempunyai kepentingan apa- apa , biar gedung ini dipakai masyarakat khususnya anak-anak dan pemuda Surabaya" tegas Taufik Monyong usai orasi.
Pihaknya, sebelum mengadakan orasi di Alon- Alon Surabaya, telah menaburkan kotoran dan bangkai ayam dihalaman gedung DPRD Surabaya. Ia mengaku apa yang dilakukan adalah bentuk satir, dimana pemerintah sudah kehilangan kepekaan.
"Endingnya kasih tai ayam yaitu DPRD dan Pemerintah adalah tai" ungkapnya.
Taufik Monyong mengajak para penguasa agar memberi kesempatan kepada Gen Z untuk mengelola Gedung Pemuda dalam menciptakan inovasi baru. Bagaimanapun, pemuda adalah harapan kita semua dalam membangun bangsa.
"Marilah kita sadar, berikan ini ( DKS), hilangkan kesenangan pejabat- pejabat dan masyarakat, kalau bisa kita wariskan kebaikan dan aset- aset bangsa kepada anak cucu kita , itu prinsip", pungkasnya.
Editor : Ali Topan