x
x

Road to Pekan Reksa Dana Bakal Genjot Inklusi Investasi di Kalangan Muda

JATIMKINI.COM, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya menggenjot tingkat literasi dan inklusi investasi khususnya reksadana dengan menggelar Road to Pekan Reksadana ke 5 kota di Indonesia.

Kota Surabaya menjadi kota pertama kegiatan sosialisasi tersebut yang digelar paada 7 April 2026, dan selanjutnya bakal digelar di Semarang pada 9 April, Medan 14 April, Makassar 16 April, dan Bandung 20 April.

Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari mengatakan dalam Pekan Rekasadana ini OJK mengajak masyarakat untuk lebih memahami secara detail keuntungan/kelebihan dan profil risiko berinvestasi di reksadana.

“Memang harus diwaspadai, sekarang itu kan banyak wahana/alat investasi. Jika dulu reksadana dianggap rumit, tapi sekarang banyak yang lebih rumit, kalau di pasar modal ada saham, surat utang dan ada lagi adiknya pasar modal di pasr kripto dengan risiko tinggi,” jelasnya dalam Road to Pekan Reksadana di Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Ia mengakui memang di Jatim saat ini masih lebih banyak orang menabung dibandingkan investasi. Meski begitu industri reksadana di Jatim telah menunjukkan pertumbuhan siginfikan.

Tercatat total transaksi reksadana mencapai sekitar Rp4,96 triliun pada 2025 atau tumbuh 54,6% serta pertumbuhan investor reksadana retail mencapai 141.861 SID atau tumbuh 13,52% (yoy). 

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh OJK dan BPS, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 80,51%.

Namun dari data tersebut jika dilihat di sektor pasar modal menunjukkan bahwa tingkat literasi pasar modal di Indonesia baru mencapai 17,78%, sementara indeks inklusi pasar modal berada di angka 1,34%.

Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Liliana memaparkan, pelaku reksadana di Indonesia memang masih rendah sekitar 7%, dibandingkan dengan negara lain yang sudah cukup tinggi.

Meski begitu, dana kelolaan (AUM) industrial reksadana di Indonesia pada akhir 2025 mengalami pertumbuhan 35,06% menjadi Rp679,24 triliun jika dibandingkan 2024 sebesar Rp502,92 triliun. 

Secara total dana kelolaan invetsasi mengalami kenaikan 25,19ri Rp804,87 triliun pada 2024 menjadi Rp1.007,65 triliun pada 2025. Dana kelolaan ini merupakan yang tertinggi serelah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, menunjukan pertumbuhan yang stagnan.

“Pertumbuhan AUM reksadana yang paling tinggi di tahun adalah jenis reksadana pendapatan tetap, lalu reksadana pasar uang, reksadana terproteksi dan reksadana saham. Sedangkan reksadana indeks menurun. Hal ini menunjukkan profil investor Indonesia yang cenderung masih konservatif - moderat dalam berinvestasi,” paparnya.

Adapun kinerja reksadaana tertinggi berdasarkan indeks reksadana dari data pasardana.id akhir 2025 adalah reksadana saham 17,23%, reksadana campuran 12,48%, reksadana pendapatan tetap 6,96%, dan reksadana pasar uang 3,18%.

Pencapaian kinerja reksadana saham ini sejalan dengan kinerja positif pasar saham Indonesia yang ditandai dengan pertumbuan IHSG di 2025 sebesa 22,13%.

Sedangkan dari sisi jumlah investor reksadana terus menunjukan tren peningkatan dimana berdasarkan SID dari KSEI hingga akhir 2025 sebanyak 19,2 juta SID, tumbuh 3,23ri 18,6 juta SID di akhir 2024.

“Yang menarik dari jumlah investor tersebut didominasi investor muda yang berusia di bawah 30 tahun yang mencapai 54,24ri total investor. Hal ini menunjukan semakin banyak generasi muda Indonesia yag paham berivestasi dan sudah memulainya sejak usia muda,” jelasnya.

Kepala Departemen Pengawasa Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional, M. Maulana menambahkan, pihaknya telah memperkenalkan program investasi terencana dan berkala rekasana atau Pintar Reksadana sebagai salah satu inisiatif strategis untuk menjembatani potensi besar tersebut dengan realisasi partisipasi masyarakat yang lebih luas.

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya terstruktur, masif dan berkelanjutan  guna mendorong literasi dan inkusi. OJK telah membentuk tim kerja task force bersama para pelaku untuk mendiskusikan segala hal terkait perkembangan industri reksadana dan pasar modal indonesia sesuai amanat UU P2SK,” imbuhnya.

 

 

Berita Terbaru
Selasa, 07 Apr 2026 16:44 WIB

WFH, Hybrid, dan Masa Depan K3

Transformasi kerja dari kantor menjadi WFH atau hybrid working perlu mempertimbankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Selasa, 07 Apr 2026 09:00 WIB

Tanpa Gangguan Listrik, PLN Sukses Kawal Final Four Proliga di Surabaya

JATIMKINI.COM – Proliga 2026 Final Four Seri Surabaya yang digelar pada 2–5 April 2026 di Jawa Pos Arena berlangsung sukses tanpa kendala kelistrikan. Kea
Senin, 06 Apr 2026 18:21 WIB

Ketua LHKP Muhammadiyah Jatim Berpulang, Ini Sosoknya

Muhammadiyah Jawa Timur berduka, setelah ketua LHKP, Muhammad Mirdasy mengembuskan nafas terakhir, di RS UMM, Senin 6 April 2026.
Senin, 06 Apr 2026 10:39 WIB

Cadangan Nikel MBMA Meningkat Signifikan, Perkuat Rantai Pasok Baterai Listrik

PT Merdeka Battery Materials Tbk mengumumkan cadangan sumber daya mineral yang meningkat 48 persen berdasarkan laporan 31 Desember 2025.
Senin, 06 Apr 2026 09:29 WIB

Dukungan SBY Energi Tambahan, LavAni Comeback Sempurna di Final Four Proliga 2026

Ketenangan LavAni mampu membalik keadaan sekaligus menundukkan Surabaya Samator dalam lanjutan final four Proliga 2026
Minggu, 05 Apr 2026 21:25 WIB

Nasib Baik Anas Karno , Pengganti Anggota DPRD Surabaya

DPC PDI Perjuangan kota Surabaya sedang memproses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Surabaya