JATIMKINI COM, Dewan Perwakilan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) kota Surabaya selenggarakan Musyawarah Cabang ( Muscab) untuk memilih pimpinan Ketua DPC PKB Surabaya di The Soutern Hotel Surabaya, Sabtu (04/04/2026). Muscab yang dihadiri Sekjen PKB DR. Hasanudin Wahid, Wakil Ketua PKB Jatim DR. Thoriqul Haq dan 31 PAC se Surabaya bermusyawarah secara mufakat memilih Musyafak Rauf sebagai ketua periode 2026-2031. Sosok Musyafak Rouf yang akrab disapa Cak Syafak, adalah kader penuh makan asam garam dalam dunia perpolitikan di Surabaya. Sebelum menjadi ketua DPRD Provinsi Jatim, pernah juga menjadi ketua DPRD Surabaya.
Dalam kepemimpinannya PKB Surabaya. Hingga dapat meraih Wakil Ketua DPRD Surabaya , ia pun menjadi ketua DPRD Jatim. Dalam sambutannya, ia menyatakan, bahwa sebagai kader muslim dirinya selalu mendengarkan dan patuh terhadap kiai dan pimpinan. Sehingga, jika semua PAC memilih dirinya secara aklamasi. Maka harus diimplentasikan dalam kehidupan di PKB.
"Dalam menjalani hidup harus sami'na wa atho'na" tegasnya.
Cak Syafak menuturkan, jika dirinya terpilih menjadi ketua DPC PKB Surabaya kembali, maka semua kader akan dilibatkan dalam kepengurusannya. Dengan musyawarah mufakat kita hindarkan perpecahan sesama kader partai.
"Siapapun yang terpilih dan digedok DPP, mari kita dukung dan sukseskan sesuai dengan kebijakan partai" katanya.
Disinggung perolehan kursi paling tidak menyamai kursi PDIP di DPRD Surabaya, Cak Syafak mengaku jika PKB solid , tidak menutup kemungkinan bakal terjadi, karena PKB pernah mempunyai sebelas kursi di DPRD Surabaya. "Dulu PKB pernah mendapat sebelas kursi, karena di pusat ada masalah. Dan sekarang partai sudah solid, keinginan DPP kita perjuangkan," terangnya.
Sekjend PKB DR. Hasanudin Wahid menuturkan, Muscab PKB kota Surabaya bukan hanya sebagai forum musyawarah tertinggi namun Muscab bagian manifestasi bahwa PKB itu hadir. Hadir dan pelayanan rakyat adalah kunci pokok PKB.
"Tanpa kehadiran dan pelayanan untuk rakyat, maka PKB kehilangan jati dirinya," ujarnya.
PKB sudah melaksanakan dua Muscab dengan mengedepankan musyawarah mufakat. Hal ini menghindari rasa permusuhan antara kandidat, karena beda pilihan saling sikut dan terjadi permusuhan. "Proses musyawarah, adanya propert test, tracking kandidat, rekam jejak, test psikologi sampai pada istikara apakah Cak Syafak layak jadi ketua PKB," ungkapnya.
Namun begitu, cak Syafak adalah calon tunggal ketua PKB Surabaya, maka Rapat Pleno nantinya Musyafak Rouf terpilih secara musyawarah mufakat.
Editor : Ali Topan