x
x

Dari Madumangsa Sampai Ekspor Sandal

Hari masih pagi Maisyaroh sibuk menata dagangan. Ada peyek, keripik, jamu, tape dan aneka roti. Termasuk kue moci dan madumangsa. Sebuah kertas bertuliskan obral, diskon 10% sengaja diletakkan di meja depan. Hal itu untuk menarik minat konsumen.

Di pelataran Gedung Kartini, Kota Malang, warga Jalan LA Sucipto, Kecamatan Blimbing, itu, menyapa ramah pembeli.

"Monggo harga peyek Rp10 ribu, madumangsa Rp150 ribu. Ada juga jamu dan keripik," tegas Maisyaroh, Senin (10/4).

Tak begitu lama, pembeli pun berdatangan. Kepala Dinas Kesehatan Syamsul Muarif dan Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri membeli madumangsa dalam kemasan. Pengunjung lainnya membeli peyek dan aneka roti. Dagangan pun laris manis.

Wali Kota Sutiaji dan Wakil Wali Kota Sofyan Edi Jarwoko berdialog dengan pelaku UMKM. Lalu, keduanya diminta berfoto bersama sebagai bagian dari mendongkrak branding produk.

Madumangsa merupakan makanan tradisional yang hanya bisa dijumpai saat Lebaran. Kue melegenda itu terbilang langka saat hari biasa. Bagi sebagian orang, keberadaan tape ketan hitam yang dibungkus kertas minyak itu wajib ada untuk suguhan bersandingan dengan roti.

"Saya memproduksi sendiri madumangsa. Tapi masih usaha rumahan dengan empat pekerja."

Bagi pelaku UMKM akrab disapa Bu May, madumangsa ialah kue lezat dengan banyak peminat. Karena itu, ia rutin memproduksi guna melayani pelanggan Malang dan sekitarnya, Surabaya, Jakarta sampai Batam. Selama Ramadan, pesanan membeludak sekaligus berkah bagi UMKM.

Selain untuk camilan Lebaran di kampung halaman, para pemudik memesan kue itu untuk dibawa pulang ke daerah asal mereka bekerja yang kebanyakan di luar Malang.

"Saya usaha madumangsa ini sudah tujuh tahun. Usaha lainnya sandal lucu berjalan 20 tahun ini."

Ekspor sandal

Usaha sandal lucu yang mempekerjakan 60 orang bertahan sampai kini meski sempat jatuh bangun. Saat pandemi merosot lantaran pasar ekspor tutup total.

"Pabrik di Jalan LA Sucipto, kapasitas produksi pokoknya banyak. Pasarnya selain melayani lokal dan nasional, juga ekspor ke Amerika, Filipina, Singapura, Hongkong."

Pandemi terpaksa menutup pabrik. Akan tetapi, ia tetap berproduksi dengan sistem borongan. Pekerja mengerjakan per bagian sandal di rumah masing-masing.

"Selama pandemi dikerjakan di rumah-rumah. Sistemnya upah borongan. Ada pekerjaan gambar, klip, tali, menghaluskan dan hias. Upah per item kisaran Rp1.000 sampai Rp3.000. Total upah bergantung banyaknya pekerjaan yang mereka hasilkan."

Menurut May, pascapandemi ini perekonomian belum sepenuhnya pulih. Itu sebabnya pekerja bertahan dengan sistem borongan. Sedangkan tantangan ekspor itu soal komitmen.

"Tantangan ekspor itu kena penalti bila tidak memenuhi target sesuai tanggal. Terkadang kita sudah berusaha, ternyata pekerja ada yang sakit sehingga tidak selesai tepat waktu."

Tantangan itu biasa dalam menjalankan usaha. Yang pasti, usaha tetap berjalan dan menyerap tenaga kerja. Adapun omzetnya, cukup lumayan.

"Omzetnya alhamdulillah, yang penting disyukuri," pungkasnya. (R2)

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur