x
x

Seniman, Kekuasaan, dan Tanggung Jawab Zaman

Setiap zaman melahirkan peristiwanya sendiri. Dan setiap peristiwa, sejatinya, memanggil para seniman untuk memberi makna.

‎‎Setahun pemerintahan Prabowo Subianto berjalan bersama Kabinet Merah Putih, ruang publik Indonesia dipenuhi kegaduhan. Kebijakan demi kebijakan hadir dengan janji besar: program MBG, koperasi desa, serta berbagai langkah yang diklaim sebagai jawaban atas ketimpangan. 

‎‎Namun di tengah gegap gempita itu, suara-suara kritis tak kalah nyaring. Sebagian masyarakat meragukan kedalaman risetnya. Sebagian lain mempertanyakan sensitivitasnya terhadap realitas lapangan.

‎‎Ada anggapan bahwa kepemimpinan di usia senja menyulitkan blusukan ke ratusan pulau dan keragaman suku di republik ini. Maka laporan-laporan dari lingkar dalam istana menjadi sumber utama pengambilan keputusan. 

‎‎Di situlah lahir kecemasan klasik dalam politik: ketika kekuasaan terlalu bergantung pada suara yang “asal bapak senang”, kebenaran bisa menjadi korban pertama.

‎Tetapi bagi seniman, kegelisahan sosial bukan sekadar bahan keluhan. Ia adalah bahan bakar penciptaan.

‎‎Politik bukan hanya soal partai dan kursi kekuasaan. Ia adalah drama kemanusiaan. Ia adalah benturan harapan dan realitas. Ia adalah cerita tentang rakyat kecil yang menunggu janji menjadi kenyataan. Dan di situlah ladang gagasan terbentang luas.

‎‎Semakin besar suatu peristiwa, semakin besar pula nilai estetik dan historis yang dapat ditawarkan oleh karya.

‎Revolusi, krisis, kebijakan kontroversial, semuanya adalah simpul-simpul zaman. Jika seniman memilih diam, maka sejarah akan ditulis sepenuhnya oleh birokrat dan arsip resmi. 

‎‎Padahal karya seni mampu menangkap sesuatu yang tak tertangkap oleh laporan statistik, yakni  getar batin bangsa.

‎‎Yang sering terjadi, kita lebih banyak menyaksikan seniman terjebak dalam imajinasi yang steril dari realitas sekitar. Padahal dinamika politik kontemporer Indonesia menyediakan panggung nyata yang keras, kompleks, sekaligus puitik.

‎Respons kreatif terhadap situasi ini tidak lahir dari lamunan, tetapi dari latihan yang terus-menerus: mengamati, mencatat, meresapi, lalu mengolahnya menjadi bentuk.

‎‎Pada awalnya mungkin karya terasa mentah. Barangkali belum memenuhi kaidah estetika yang mapan. Namun proses yang intens dan berkelanjutan akan menajamkan kepekaan. 

‎‎Dari latihan itu lahir idiom-idiom baru, bahasa artistik yang lebih berani, lebih jujur, dan lebih menggetarkan.

‎‎Bagi seniman sejati, yang membesarkan dirinya bukanlah tepuk tangan di akhir pertunjukan, melainkan disiplin proses yang panjang.

‎‎Dalam proses itulah keilmuan tumbuh. Dalam kegagalan-kegagalan kecil itulah kematangan ditempa.

‎‎Maka ketika sebuah rezim berjalan, ketika kebijakan menuai pro dan kontra, ketika anggaran diperdebatkan dan rakyat bersuara, sesungguhnya alam sedang menyodorkan bahan mentah yang sangat kaya. Jangan menyia-nyiakan kesempatan sejarah.

‎‎Seorang pekerja budaya adalah saksi zaman. Ia bukan sekadar penonton. Ia pencatat nurani kolektif. Jika peristiwa-peristiwa penting yang menentukan arah peradaban dibiarkan berlalu tanpa diabadikan dalam karya, maka ada tanggung jawab moral yang terlewat.

‎‎Bukan untuk menghakimi, bukan untuk mencaci, melainkan untuk menyimpan jejak batin sebuah bangsa.

‎‎Dan, barangkali benar, berdosalah seniman yang membiarkan peristiwa besar lewat begitu saja, tanpa upaya mengubahnya menjadi cahaya yang dapat menerangi generasi berikutnya.

‎‎Penulis : Rokimdakas
‎Wartawan & Penulis

Kanal Kolom adalah halaman khusus layanan bagi masyarakat umum, Politikus, pengamat, mahasiswa, pengusaha, organisasi serta lainnya  untuk menulis berita lepas.

‎Redaksi Jatimkini.com tidak bertanggungjawab atas tulisan dan foto

Berita Terbaru
Selasa, 24 Feb 2026 20:03 WIB

Pertamina Patra Niaga Melalui Bright Gas Dukung UMKM di Bazaar Ramadan Al-Akbar Surabaya

JATIMKINI.COM, Suasana senja di seberang halaman Masjid Al-Akbar Surabaya tampak berbeda. Nuansa merah muda yang khas menyelimuti area Bazaar Al Madinah,
Selasa, 24 Feb 2026 19:29 WIB

Polres Probolinggo Tangkap Tiga Tersangka Pencuri Koper Milik Wisatawan Asal Thailand di Gunung Bromo

Pencurian dengan pemberatan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) di kawasan wisata Gunung Bromo
Selasa, 24 Feb 2026 19:22 WIB

Dokkes  Lakukan Tes Urine PJU dan Kapolsek Jajaran Polres Madiun

Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sie Dokkes) Polres Madiun Polda Jatim melakukan tes urine terhadap jajaran pejabat utama (PJU) dan para Kapolsek
Selasa, 24 Feb 2026 13:50 WIB

PLN NP Bedah Rumah Purna Bakti, Penghormatan untuk Pahlawan Kelistrikan

Program bedah rumah PLN Nusantara Power bagi purna bakti menjadi bukti penghormatan perusahaan sekaligus penguatan kepedulian sosial berkelanjutan.
Selasa, 24 Feb 2026 05:55 WIB

BPKH Perkuat Transparansi, Kelola Dana Haji Rp180 Triliun Secara Profesional

BPKH memperkuat transparansi dalam pengelolaan keuangan haji senilai Rp180 triliun melalui investasi profesional demi menjaga keberlanjutan dan keterjangkauan b
Senin, 23 Feb 2026 21:19 WIB

IM3 Hadirkan Inovasi SATSPAM+ Untuk Perlindungan Scam WhatsApp Call 

JATIMKINI.COM, Ramadan selalu datang dengan perubahan ritme. Dalam satu hari, aktivitas digital bisa menghadirkan lebih banyak chat, lebih banyak telepon, dan