x
x

Pemkot Malang Salurkan Rp1 Miliar Subsidi BBM untuk Angkot

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengalokasikan anggaran untuk memberi bantuan BBM kepada angkutan kota yang bersumber dari APBD Kota Malang. Sejumlah pengemudi dari berbagai trayek dengan tujuan Terminal Arjosari sudah menerima bantuan tersebut.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji yang datang langsung dalam penyerahan bantuan tahap pertama ini menyampaikan bahwa pengemudi angkutan umum, seperti angkot ini telah mengalami penurunan kegiatan ekonomi baik karena adanya pandemi, merebaknya transportasi online, hingga adanya penyesuaian harga bahan bakar sebelumnya. Hal inilah yang mendorong Pemkot menyalurkan bantuan berupa subsidi BBM.

"Sementara kita fasilitasi dengan bantuan BBM, ke depan akan kami carikan solusi seperti program revitalisasi. Mudah-mudahan nanti juga dapat memberikan kenyamanan bagi para penumpang angkutan umum. Kalau moda transportasi massal ini bisa kita kuatkan akan bisa mengurangi kemacetan," ujarnya

Sutiaji mengungkapkan bahwa bantuan BBM untuk angkutan umum tahun ini diberikan berdasarkan jumlah kendaraan yang digunakan sebagai angkutan umum (mikrolet) di Kota Malang.

"Mekanismenya sudah diatur dan disepakati. Semoga tahun depan, jumlahnya bisa lebih banyak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan dalam upaya memberdayakan angkutan umum di Kota Malang. Selain itu juga sebuah upaya untuk mengendalikan inflasi daerah.

Widjaja menuturkan bahwa pada tahun ini, Pemkot Malang menyalurkan bantuan atau subsidi BBM berdasarkan jumlah kendaraan, tidak lagi berdasarkan jumlah pengemudi. Bantuan tahun ini diberikan kepada 1.073 kendaraan dari 20 jalur yang beroperasi.

"Kalau tahun lalu kita berikan berdasarkan jumlah sopir angkutan sekitar 500 orang dan hanya yang berstatus warga Kota Malang saja. Padahal sopir angkutan ini bukan berasal dari kota saja. Maka kita ubah strateginya dengan berbasis angkutan kotanya, yakni sebanyak 1.073 dan sudah kita verifikasi," terangnya.

Widjaja menyebut bahwa anggaran yang digelontorkan untuk bantuan ini adalah sebesar Rp1,050 miliar. Pihaknya telah bersepakat dengan semua paguyuban tentang nominal yang disampaikan kepada setiap angkutan.

"Masing-masing angkutan kota mendapat bantuan sebesar Rp300 ribu selama 3 bulan atau total setiap angkutan mendapat Rp900 ribu. Bantuan yang diberikan dalam bentuk kupon BBM jenis Pertalite dan tidak dapat diuangkan. Mudah-mudahan rekan-rekan paguyuban atau sopir tidak menjual kupon itu pada pihak lain," tegasnya.

Penyaluran bantuan dilaksanakan mulai tanggal 14-19 April 2023. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap, yakni tanggal 14-16 April di Terminal Arjosari, tanggal 17-18 April di Terminal Hamid Rusdi, dan tanggal 19 April di Terminal Madyopuro dan Terminal Mulyorejo.

Selanjutnya, Widjaja menyebut bahwa pihaknya bekerja sama dengan tiga SPBU untuk penukaran kupon BBM tersebut, yakni SPBU Pertamina S.P. Sudarmo (depan Hotel Grand Mercure), SPBU Pertamina Trunojoyo (Embong Brantas), dan SPBU Pertamina Tlogomas.

"Dengan harapan kami akan mengetahui apa benar kendaraan-kendaraan angkutan umum ini benar-benar beroperasi," pungkasnya.

Terima kasih

Rasa syukur dan terima kasih disampaikan para pengemudi mikrolet ini. Seperti Buhadi, pengemudi mikrolet trayek Arjosari-Mergosono-Hamid Rusdi (AMH).

"Alhamdulillah. Saya senang dapat bantuan. Kalau sekarang penghasilan bersih ya sekitar Rp50 ribu, kadang ya Rp25 ribu. Terima kasih ya Pak Wali," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sukoco. Pria yang menjalankan angkutan kota jalur Arjosari-Hamid Rusdi (AH) itu mengungkapkan bantuan dari Pemkot Malang dapat membantu para sopir untuk menjalankan usahanya.

"Kalau bisa ya ada bantuan lagi. Penghasilannya gak tentu, dapat buat belanja aja sudah untung. Sekarang kan BBM harganya segitu, kadang uangnya habis untuk beli kebutuhan," ujarnya.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur