JATIMKINI.COM, Kinerja TPS kembali menunjukkan tren positif. Sepanjang Oktober 2025, terminal peti kemas terbesar di Pelabuhan Tanjung Perak ini mencatat pertumbuhan arus peti kemas internasional sebesar 8,5 persen secara bulanan atau month to month (m-t-m).
Volume pada bulan Oktober 2025 tembus 138 ribu TEUs, sedangkan di bulan sebelumnya tercatat 127 ribu TEUs. Angka ini sekaligus menjadi pencapaian tertinggi dalam sepuluh bulan terakhir.
Kenaikan aktivitas ini mempertegas pulihnya mobilitas logistik internasional, terutama pada rute-rute utama yang dilayani TPS. Peningkatan throughput juga berkorelasi dengan bertambahnya aktivitas kapal. Sepanjang Januari–Oktober, ship call naik 3,93 persen menjadi 1.058 kunjungan.
Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor dan impor tetap stabil. Ekspor pada periode Januari–Oktober 2025 naik tipis 0,88 persen menjadi 620 ribu TEUs. Impor meningkat 0,48 persen menjadi 633 ribu TEUs. Komposisinya masih sama seperti tahun lalu, yakni 49 persen ekspor dan 51 persen impor.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyebut kenaikan arus peti kemas pada Oktober menegaskan kepercayaan pengguna jasa terhadap kualitas layanan yang terus dibenahi.
“Peningkatan ini menjadi bukti bahwa TPS konsisten menjaga performa operasional. Kami akan terus memastikan layanan tetap andal dan efisien bagi pengguna jasa,” ujarnya.
Pelaku usaha turut mengapresiasi kinerja TPS. Wakil Ketua Umum ALFI Jatim Bidang Kepelabuhanan dan Kepabeanan, Husni, menilai perbaikan layanan termasuk digitalisasi dan integrasi dengan sistem single submission memberi dampak signifikan pada kelancaran logistik.
“Kami berharap percepatan receiving dan delivery terus ditingkatkan untuk menekan biaya tambahan,” ungkap Husni.
Menjawab tuntutan tersebut, SVP Komersial dan Pengembangan Bisnis TPS, Bayu Setyadi, menyampaikan bahwa TPS terus memperbaiki kinerja dan layanan. Saat ini entitas di bawah subholdingg Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) ini sedang melakukan proses elektrifikasi 22 RTG.
“Selain itu, kami juga berencana menambah tiga unit reach stacker, dan menyiapkan deployment 14 unit e-RTG baru untuk terus melakukan improvement demi meningkatkan kepuasan pengguna jasa,” terang Bayu.
Peningkatan fasilitas ini ditujukan untuk memperkuat efisiensi penanganan kontainer, baik bongkar muat maupun pergerakan di lapangan.
Dari sisi produktivitas, TPS mencatat kinerja bongkar muat rata-rata 52 box/ship/hour sepanjang Januari–Oktober 2025, melampaui standar minimum 48 box/ship/hour. TPS juga mempertahankan dominasinya sebagai terminal petikemas internasional terbesar di Pelabuhan Tanjung Perak dengan penguasaan market share 83 persen.
Secara total, arus peti kemas domestik dan internasional pada Januari–Oktober 2025 mencapai 1,30 juta TEUs, sedikit terkoreksi 0,24 persen dibandingkan tahun lalu akibat ketidakseimbangan volume dan kunjungan kapal pada layanan domestik.
Editor : Rochman Arief