JATIMKINI.COM, Perusahaan swasta nasional di bidang manufaktur alat utama sistim senjata (alutsista) asal Malang, Jawa Timur, PT Sari Bahari berancana akan kerjasama dengan perusahaan asal China peningkatan teknologi pertahanan
Hal itu diungkapkan langsung Wakil Direktur Utama PT Sari Bahari, Putra Prathama Nugraha S.Psi, M.Si (Han), menyusul rencana kedatangan 42 unit pesawat tempur J-10 Chengdu yang telah dipesan oleh pemerintah Indonesia.
Bahkan Putra Prathama Nugraha melihat, sebenarnya ada peluang yang bisa dikerjasamakan untuk peningkatan industri pertahanan dalam negeri.
“Mungkin kami ingin bisa menjadi pemasok subsystem untuk alutsista yang masuk (ke Indonesia). Contohnya, mungkin weapon system J-10 yang bisa dilakukan co-produce dan co-developt antara PT Sari Bahari dengan perusahaan alutsista dari sana,” tegas Putra Prathama Nugraha saat menerima kunjungan Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN periode 2011-2014, ke workshop PT Sari Bahari di Malang, Jawa Timur, kamis kemarin.
Menanggapi hal itu mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan, bahwa , PT Sari Bahari saat ini sudah berada di jalur yang sangat tepat, karena berada di pusat ekosistem pertahanan keamanan Indonesia.
“Meskipun banyak yang bilang saat ini perekonomian sulit, tetapi peluang bisnis itu tetap ada. Saya bertemu dengan seorang teman baik yang juga memiliki usaha sama di bidang persenjataan militer. Dan untuk masa sekarang ini, peluang bisnis terbaik adalah yang terkait dengan militer dan pertahanan,” kata Dahlan Iskan
Mantan Direktur Utama PLN ini juga founder Harian Disway dan Disway National Network menambahkan, PT Sari Bahari harus mengambil posisi berlari.
Menurutnya, orang lain tidak memiliki kesempatan sebagus PT Sari Bahari. Ditambah lagi saat ini Indonesia dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, yang perhatiannya kepada pertahanan itu luar biasa.
“Kebanggaan Presiden Prabowo terhadap industri pertahanan dalam negeri sangat luar biasa. Jadi anda ini, berada di tempat yang sangat tepat, paling tidak untuk jangka waktu 10 tahun ke depan,” kata Dahlan Iskan.
Pendiri Jawa Pos Group ini mengaku kagum dengan keberadaan produsen alutsista bom asli buatan Indonesia. Dahlan Iskan bahkan secara tidak langsung menunjukkan perasaan agak menyesal, mengapa baru sekarang dirinya mengetahui keberadaan produsen swasta nasional alutsista bom untuk kebutuhan TNI Angkatan Udara di Indonesia ini.
“Kami terus terang ‘ngiler’ melihat kesempatan yang anda miliki, sementara saya sendiri tidak bisa masuk, karena saya memang tidak tahu industri pertahanan itu apa. Saya tidak tahu. Sementara anda di usia yang masih belia, 33 tahun sudah banyak belajar tentang hal ini, dan bahkan menduduki posisi sebagai Wakil Direktur Utama,” pungkas Dahlan Iskan.
Editor : Ali Topan