JATIMKINI.COM, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus berupaya meningkatkan revenue, salah satunya yang berasal dari fee based income (pendapatan bank dari penyediaan jasa dan layanan/non bunga) dengan harapan ke depan kontribusinya bisa mencapai 35ri revenue atau pendapatan.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan fee based income memang menjadi fokus utama CIMB Niaga. Saat ini, kontribusi fee based income CIMB Niaga telah mencapai 30 - 31% terhadap revenue.
"Untuk target tahun ini, kontribusi fee based income kita sekitar 31%, tapi ke depan harapannya bisa 35% seiring dengan berbagai program layanan yang kita siapkan," katanya dalam Media Gathering CIMB Niaga di Surabaya, Kamis (9/10/2025).
Adapun pada semester I/2025, CIMB Niaga mencatatkan kinerja laba sebelum pajak konsolidasian sebesar Rp4,4 triliun. Capaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit 6,8% (yoy) menjadi Rp231,8 triliun, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapal Rp261,9 triliun.
Total aset konsolidasian sebesar Rp357,9 trillun per 30 Juni 2025 yang memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Rasio CASA juga tetap kuat di angka 69,0%, sebagai bukti dari meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan CIMB Niaga
Di sektor perbankan syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) mencatat kinerja yang solid dengan pembiayaan Rp59,6 triliun dan DPK Rp48,2 trililun.
Lani melanjutkan, untuk mencapai target pertumbuhan kontribusi fee based income ini, CIMB Niaga terus mengembangkan berbagai inovasi, salah satunya platform digital OCTO by CIMB Niaga sebagai platform keuangan digital piihan utama di Indonesia yang tersedia baik dalam aplikasi maupun website untuk membuka tabungan, transaksi sehari-hari, mengajukan pinjaman, hingga berinvestasi.
Kemudahan layanan digital juga dapat dirasakan oleh nasabah bisnis melalui BizChannel@CIMB serta para pemilik merchant melalui aplikasi OCTO Merchant, sehingga transaksi bisnis menjadi lebih teratur dan efisien.
"Saat ini CIMB Niaga memiliki 9,1 juta nasabah, dan sekitar 90% nya sudah aktif bertransaksi secara digital sejalan dengan minat masyarakat yang ingin mendapat layanan perbankan dengan lebih cepat dan efisien. Begitu juga dari sisi pemilik toko yang menyediakan QRIS maupun tap, ini menguntungkan bagi mereka," jelasnya.
Head of Region Jawa Timur CIMB Niaga, Rhena Octaria menyatakan, Surabaya dipilih sebagai salah satu kota yang menjadi fokus pengembangan inovasi dan layanan CIMB Niaga, mengingat kota ini tidak hanya menjadi ibu kota provinsi Jatim, tapi juga merupakan salah satu kota metropolitan yang paling dinamis dan hub Indonesia bagian Timur yang terus berkembang.
"Di usia yang telah memasuki 70 tahun ini, kami terus berkomitmen untuk berperan aktif membantu nasabah dan masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya dengan semangat bekerja dari hati, termasuk di Surabaya. Dengan beragam inovasi yang kami hadirkan di kota ini, seperti Digital Branch, kami ingin meningkatkan layanan sesuai preferensi nasabah, sehingga diharapkan dapat meningkaikan loyalitas nasabah," ujarnya.
Rhena menambahkan, CIMB Niaga di Surabaya saat ini telah menghadirkan 2 Digital Branch (Sungkono dan Jemursari) yang menggabungkan layanan guna memperkuat layanan perbankan di berbagai daerah, termasuk di Surabaya.
Kehadiran Digital Branch tersebut melengkapi layanan yang tersedia sehingga menjadi 20 kantor cabang termasuk 1 kantor cabang Syariah, serta 3 Digital Lounge yang tersebar di berbagai titik strategis sebagai solusi finansial bagi nasabah.
Editor : Peni Widarti