JATIMKINI.COM – PLTA Sutami, atau yang lebih dikenal dengan PLTA Karangkates, menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga air terbesar di Jawa Timur. Terletak di Desa Karakates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pembangkit ini memanfaatkan aliran Sungai Brantas yang mengalir hampir di seluruh wilayah Jawa Timur.
PLTA Sutami memiliki tiga unit turbin Francis dengan kapasitas 3x35 MW. Total kapasitas terpasang mencapai 105 MW. Energi listrik yang dihasilkan langsung disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa-Bali dan dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Pembangkitan Brantas.
Di aliran utama Sungai Brantas, terdapat beberapa PLTA besar yang memang jadi tulang punggung energi terbarukan di Jawa Timur. Yang utama antara lain yakni, Sengguruh, Sutami, Wlingi, dan Lodoyo. Hal ini menjadikan Sungai Brantas sebagai salah satu pusat energi terbarukan terbesar di Jawa Timur.
Arfan, Senior Manager UP Brantas PLN NP mengatakan, PLTA Sutami memiliki keunggulan strategis sebagai unit black start atau “lane charging”. Fungsi ini menjadikannya krusial untuk memulihkan sistem kelistrikan Jawa-Bali jika terjadi blackout.
“Pembangkit besar seperti Paiton, Gresik, Pacitan, Rembang, hingga Indramayu sangat bergantung pada PLTA Sutami untuk melakukan black start. Dari bendungan Sutami, daya bisa dikirim hingga ke PLTU Paiton,” jelas Arfan, Rabu (1/10/2205).
Tahun ini, target produksi PLTA Sutami diperkirakan akan meningkat berkat curah hujan yang cukup baik. Air yang melimpah menjadi kunci utama keberlangsungan pembangkit listrik tenaga air ini.
Inovasi energi baru terbarukan terus dikembangkan di kawasan ini. PLN berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Sutami dengan kapasitas sekitar 100 MWp, memanfaatkan 10–20% luas waduk.
Proyek PLTS terapung ini ditargetkan beroperasi pada 2027 dan akan menjadi simbol pengembangan energi terbarukan di Jawa Timur.
Di sisi lain, General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan pentingnya menjaga keandalan transmisi listrik di Malang dan Jawa Timur. Salah satu tantangan terbesar justru berasal dari faktor sosial, seperti layangan dan balon udara yang mengganggu jaringan transmisi.
“Sosialisasi ke masyarakat harus terus dilakukan. PLTA Sutami tetap menjadi andalan ‘black start’ untuk memastikan pasokan listrik kembali normal hingga ke Paiton,” tegas Ika.
Editor : Ali Topan