JATIMKINI.COM, Optimalisasi search engine optimization (SEO) dan artificial intelligence (AI) kian penting bagi pelaku usaha kecil. Di Surabaya, sebanyak 22 pelaku UMKM mengikuti pelatihan SEO dan pemanfaatan AI di Rumah Literasi Digital (RLD), Jalan Kaca Piring bekerja sama dengan Indosat, Selasa (30/9/2025).
Pelatihan bertajuk “Membangun Jejak Digital UMKM – Kolaborasi untuk Negeri” ini tak sekadar memberi teori, tetapi juga praktik langsung. Peserta belajar mengoptimalkan SEO dan AI untuk mempercepat akselerasi usaha, hingga memanfaatkan media sosial sebagai etalase produk sekaligus identitas digital.
Praktisi digital marketing, Fatkhur Rochman, menekankan pentingnya membangun reputasi lewat media sosial. “Identitas digital adalah pintu masuk agar konsumen mudah mengenali produk maupun jasa yang ditawarkan,” ujarnya. Menurutnya, sekadar tampil di media sosial tidak cukup. Etalase digital bukan hanya soal mempercepat penjualan, tapi juga memperkuat citra usaha.
Sesi lain diisi Andika Ismawan yang membahas strategi narasi dan penerapan SEO di medsos. Ia juga memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan seperti ChatGPT bisa dipakai untuk menyusun prompt efektif dalam membuat konten.
Selain itu, Rumah Literasi Digital menghadirkan materi fotografi dari Ali Masduki, anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya. Menurutnya, visual produk merupakan “kata kunci” yang membuat etalase digital mampu bersaing di tengah banjir konten.
Konten kreator Naufal Ammar Imaduddin menambahkan teknik membuat video singkat untuk media sosial dengan dukungan konsep berbasis AI. Sementara itu, pedagang daring Isnan Effendi berbagi pengalaman memanfaatkan fitur live TikTok sebagai sarana penjualan sekaligus memperkuat kedekatan dengan konsumen.
Bagi peserta, pengalaman ini terasa berbeda. Widhi Sri Astuti, pemilik UMKM Zumaz Food, mengaku langsung mencoba hasil pelatihan. “Hasil pelatihan foto dan editing dengan bantuan AI saya gunakan sebagai status. Pagi-pagi sudah ada yang menghubungi menanyakan harga asinan buah, padahal belum saya unggah di Instagram atau TikTok,” katanya, Rabu (1/10/2025).
Bagi Widhi, inti pelatihan di RLD bukan sekadar teknik, tetapi pondasi membangun etalase produk lengkap dengan “amunisinya”—mulai dari SEO, AI, foto, hingga video. Dari sana, UMKM bisa melangkah lebih percaya diri di tengah kompetisi digital yang semakin ketat.
Editor : Rochman Arief