JATIMKINI.COM, Produsen baja ringan PT Kencana Maju Bersama (KMB) tengah gencar memperkuat potensi pasar baja ringan di Indonesia melalui perluasan distribusi hingga meluncurkan sejumlah produk baru dari lini produk dekoratif.
Direktur Utama KMB, Susanto mengatakan sejak tahun lalu, Kencana memang tengah fokus mengembangkan pasar produk baja ringan bersifat dekoratif yang menyasar segmen perumahan maupun pergudangan mulai dari pintu, jendela, hingga plafon.
“Produk dekoratif dari baja ringan kami memang masih kecil kontribusinya di bawah 5%, tetapi harapan kami ke depan akan menjadi satu produk yang diinginkan masyarakat karena produk dekoratif sementara ini kebanyakan memakai plastik, aluminium, atau mungkin dari kayu yang relatif lebih mahal. Jadi kami kembangkan produk baja ringan yang motifnya seperti kayu, tapi harganya terjangkau serta punya masa garansi,” jelasnya di sela-sela perayaan HUT ke-34 Kencana, Jumat (22/8/2025).
Susanto mengatakan persaingan baja ringan di Indonesia sudah menemui titik paling kritis, terutama di masalah ketebalan produk. Dengan bervariasinya produk baja ringan itu, sehingga ada celah untuk dimanfaatkan oleh pesaing-pesaing yang tidak mengikuti aturan SNI.
“Jadi Kencana berusaha menciptakan sebuah produk yang memang benar-benar diinginkan oleh masyarakat sesuai dengan aplikasi pemakaian,” imbuhnya.
Susanto menyebutkan, kinerja penjualan Kencana di semester I/2025 ini pun cukup baik dengan mengalami pertumbuhan 15% dibandingkan periode sama tahun lalu. Hingga akhir tahun nanti, diharapkan bisa tumbuh hingga 20ngan kehadiran produk-produk baru seperti Furing System, Hollow Sistem, Para-Para, Airclade dan Spring Clip (untuk Greenhouse).
“Secara global market baja ringan kami mengalami pertumbuhan cukup lumayan karena masyarakat kita semakin peduli dengan kualitas produk. Daya beli masyarakat juga sudah mulai tumbuh, masyarakat kita sudah mulai smart dan lebih teredukasi,” ujarnya.
Adapun segmen market baja ringan Kencana terdiri dari segmen project dan ritel. Hingga kini, masing-masing market sudah berkontribusi sekitar 50%. Terutama untuk produk rangka atap mengingat penggunaan kayu sudah dilarang. Hal ini juga menjadi pilihan bagi proyek pergudangan karena lebih awet.
Ia menambahkan, distribusi produk baja ringan Kencana kini sudah mencapai di Pulau Jawa, Bali, Lombok NTB hingga Kupang NTT, serta Sumatera dan Kalimantan.
“Tahun ini kami menambah 12 cabang, dan sudah terelasiasi 8 cabang. Jadi masih kurang 4 cabang sampai akhir tahun. Dengan begitu total cabang kita di Indonesia ada 62 cabang,” imbuhnya.
Direktur KMB Hendri Alvino mengatakan, KMB terus melakukan inovasi serta investasi pada mesin setiap tahun sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada. Hingga saat ini tingkat utilitas mesin produksi KMB mencapai lebih dari 50n diharapkan sampai akhir tahun bisa mencapai 80ri total kapasitas produksi 800.000 ton/tahun.
“Tentunya kalau kita melakukan inovasi itu pasti juga ada perubahan di alat-alat produksi atau mesin itu dilakukan karena tidak semua inovasi itu bisa menggunakan mesin yang lama. Kita pasti ada ada rencana penambahan kapasitas setiap tahun tapi tergantung market karena itu akan mengikuti mesin apa yang akan diinvestasikan,” tutupnya.
Editor : Peni Widarti