JATIMKINI.COM, Di Desa Trenggulunan, Kecamatan Pancur, Rembang, Jawa Tengah, limbah bukan lagi sisa tak berguna. Di tangan warga yang berkolaborasi dengan PLN Nusantara Power (PLN NP), abu sisa pembakaran batu bara (FABA), kulit buah naga, hingga sampah rumah tangga, justru menjelma menjadi pupuk, pakan ternak, bahkan bahan baku produk UMKM.
Transformasi itu terwujud lewat program PIJAR GEMILANG (Pengelolaan Interwaste untuk Kesejahteraan Trenggulunan dan Gerakan Ekonomi Mandiri Terintegrasi Limbah Organik).
Diluncurkan sejak 2023 oleh PLN NP Unit Pembangkitan Rembang, program ini mengusung inovasi MBAH GANTENG (Manfaatkan Buah Naga, FABA, dan Sampah Organik) yang menjadikan limbah sebagai fondasi ekonomi sirkular di desa.
“Program PIJAR GEMILANG adalah bukti bahwa pengelolaan limbah mampu menyelesaikan lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat,” kata Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah.
“Inilah wujud beyond power dari PLN NP, memberdayakan energi untuk kehidupan yang lebih baik,” ia menambahkan.
Dalam praktiknya, PIJAR GEMILANG tidak berjalan sendiri. Konsep pentahelix—melibatkan akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media—menjadi kunci keberhasilan. Melalui interwaste system, berbagai jenis limbah diolah menjadi Pupuk BOBA (Booster FABA), hidroton, pakan ternak, hingga produk UMKM berbahan kulit buah naga.
Hasilnya terukur. Sebanyak 13 hektar lahan kritis berhasil direhabilitasi menjadi hutan energi. Penanaman pohon kaliandra mampu menyerap 75.000 kilogram emisi COeq per tahun. Di sisi ekonomi, efisiensi biaya pupuk, pakan, dan batu bara mencapai ratusan juta rupiah per tahun. Manfaatnya dirasakan sedikitnya 55 orang, dan lebih dari 8.800 orang secara tidak langsung, termasuk kelompok perempuan rentan.
Capaian ini mengantarkan PLN NP UP Rembang meraih penghargaan TOP CSR 2025 Bintang 5 serta Circular Economy Sustainability Award (CESA) 2025 untuk kategori Perpanjangan Sumber Daya Output dan Daur Ulang. Dua penghargaan itu menjadi pengakuan nasional atas konsistensi perusahaan menerapkan prinsip ekonomi sirkular yang berdampak luas.
Namun, program ini bukan sekadar tentang penghargaan. PIJAR GEMILANG juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda desa.
Pelajar, mahasiswa, dan pemuda diajak belajar mengenai konservasi hutan, pertanian organik, hingga pengelolaan limbah terpadu. Harapannya, lahir agen-agen perubahan yang mampu meneruskan semangat keberlanjutan.
PLN NP telah menyiapkan peta jalan hingga 2027. Targetnya, PIJAR GEMILANG berkembang menjadi learning center agroforestry dan pusat pengembangan tanaman energi di Jawa Tengah. Dengan begitu, desa tidak hanya berdaya secara ekonomi, tapi juga lebih resilien menghadapi tantangan lingkungan maupun sosial.
Di Trenggulunan, limbah kini bukan lagi cerita tentang masalah. Ia telah menjelma menjadi pijakan untuk membangun desa mandiri dengan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Editor : Rochman Arief