x
x

Industri Baja Ringan Butuh Implementasi Penegakan Standarisasi Produk

JATIMKINI.COM, Di tengah besarnya potensi pasar baja ringan di Tanah Air, industri baja ringan saat ini masih sangat membutuhkan perlindungan ekstra dari pemerintah terkait keberadaan produk-produk non standar yang menggempur pasar dalam Negeri.

CEO Kencana Group, Henry Setiawan mengatakan hingga saat ini industri baja masih menghadapi tantangan yang sama seperti sebelumnya. Meski pemerintah sudah menyiapkan aturan perlindungan produk baja ringan dalam negeri melalui standarisasi produk, tetapi penegakan aturan tersebut masih belum optimal.

Enforcement standarisasi produk SNI saat ini masih kurang. Kami harapkan pemerintah turun tangan untuk menertibkan produk-produk non standar di pasar. Sebab ini kan produk struktural untuk atap rumah sehingga pemerintah perlu turun tangan untuk menyelamatkan jiwa konsumen dari produk non standar,” jelasnya di sela-sela perayaan 33rd Anniversary Kencana, di Gedung Kencana, Surabaya, Senin (26/8/2024).

Menurutnya, saat ini masyarakat telah melihat bahwa baja ringan menjadi satu-satunya pilihan untuk struktur bangunan, khususnya atap rumah sebab sudah sulit dan mahal untuk mendapatkan struktur atap dari kayu.

“Masyarakat sekarang melihat baja ringan sebagai produk yang tidak punya pembanding karena tidak punya pilihan lain. Hanya saja masyarakat masih banyak yang belum mengerti produk yang berkualitas dengan yang abal-abal dan tidak sesuai SNI,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, Kencan Group terus berupaya memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para tukang/aplikator. Harapannya edukasi itu dapat membantu pemilik rumah untuk memilih produk berkualitas. 

Henry mengatakan, kebutuhan baja ringan nasional sendiri saat ini berkisar antara 1,5 juta ton hingga 1,7 juta ton per tahun. Peningkatan kebutuhannya tidak lebih dari 10% per tahun.

Tahun ini bahkan diperkirakan peningkatan kebutuhan baja ringan tidak lebih dari satu digit. Hal ini disebabkan oleh pasar real estate yang tengah lesu. Sedangkan proyek pemerintah sejauh ini masih bersifat multiyears, apalagi pasar produk dalam negeri dimakan oleh produk impor yang tidak sesuai standar.

“Dari total kebutuhan per tahunnya, baja impor sudah memenuhi separuhnya pasar dalam negeri. Padahal produksi dalam negeri sendiri sudah bisa memenuhi sampai 80%. Di Kencana sendiri, kapasitas produksinya sekitar 400.000 ton/tahun, tapi utilisasinya sampai sekarang masih 50%,” jelasnya.

Guna memperkuat pangsa pasar produk baja ringan di Indonesia, Tambah Henry, Kencana Group terus memperluas jangkauan distribusi. Saat ini Kencana sudah memiliki 48 titik distribusi di Indonesia. Hingga akhir tahun ditargetkan bisa mencapai 60 titik distribusi.

“Pemasaran kami sudah merata di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. Yang belum merata hanya Sumatera. Di Papua kami hanya punya agen," imbuhnya.

Adapun pada tahun ini KENCANA genap berusia 33 tahun pada 13 Agustus 2023 lalu. Guna memeriahkan hari jadinya, KENCANA menggelar Open House bertajuk ‘KENCANA 33th Membangun Indonesia’.

Serangkaian kegiatan dihadirkan dalam momen ini, di antaranya talkshow inspiratif  bertajuk ‘Optimalisasi Konstruksi Berkelanjutan di Indonesia : Baja Ringan & Green Building’ yang dibawakan oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Provinsi Jawa Timur Surabaya Gentur Prihantono.

Direktur PT Kepuh Kencana Arum, Henry Alvino mengatakan talkshow ini sebagai bentuk jawaban mengenai isu lingkungan yang beberapa tahun belakangan santer dibicarakan.

“Kencana yang diproduksi oleh anak bangsa menggunakan material berkualitas tinggi dan sesuai SNI tentu sudah sepatutnya berkontribusi dalam mewujudkan konstruksi berkelanjutan, khususnya dengan menggunakan material baja ringan,” katanya.

 

 

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur