JATIMKINI.COM, Lalu lalang penumpang di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak nyaris tak pernah sepi. Silih berganti kapal penumpang maupun kapal roll on roll off silih berganti menaikkan-menurunkan penumpang dari berbagai daerah, yang selanjutnya berpindah moda transportsi darat, menjadi pemandangan sehari-hari.
Peningkatan penumpang di GSN tahun ini lebih sibuk dari tahun sebelumnya. Menurut catatan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Sub Regional Jawa, arus penumpang semester pertama tahun ini naik 6 persensecara tahunan (year on year/yoy).
Sepanjang Januari hingga Juni, jumlah penumpang tercatat 1.001.756 yang menyeberang melalui pelabuhan Tanjung Perak. Angka ini naik 5,7 persen secara tahunan yang sebelumnya tercatat 947.443 di semester I/2024.
Lonjakan ini tak datang tiba-tiba. Kenaikan ini mengindikasikan geliat pariwisata laut sebagai pemicu utama, selain pemulihan ekonomi dan perbaikan daya beli.
Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menjelaskan tren ini adalah sinyal kebangkitan ekosistem maritim nasional.
“Kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap transportasi laut terus tumbuh. Pelabuhan kembali menjadi simpul utama konektivitas logistik dan pariwisata,” katanya dalam surat resmi, Selasa (5/8/2025).
Indikator lain yang paling menonjol adalah kedatangan kapal-kapal pesiar. Sepanjang enam bulan awal 2025, 13 cruise (kapal pesiar) yang singgah dengan total penumpang 22.646 yang bertamu ke Surabaya dan sekitarnya.
Padahal, tahun lalu hanya ada delapan kapal dengan 15.290 penumpang. “Ini bukti kepercayaan pelaku pariwisata dunia terhadap Indonesia mulai pulih,” imbuh Ana Adiliya, selaku General Manager Cabang Kalimas dan GSN Pelindo.
Begitu juga dengan arus penumpang domestik tak kalah bergairah. Dari 932.153 orang tahun lalu menjadi 979.110 di tahun ini. Operator kapal menambah rute-rute baru, membuka jalur ke lebih banyak destinasi, dan mengundang mobilitas masyarakat lintas wilayah.
Bergariahnya pergerakan penumpang turut dibarenggi dengan peningkatan arus kendaraan yang mengalir deras. Moda roro—yang memungkinkan truk dan mobil naik ke kapal tanpa bongkar muat—tumbuh 21 persen. Semester pertama tahun ini berjumlah 244.162 unit yang sudah diangkut.
Capaian ini bukan soal perbaikan dan peningkatan fasilitas, tapi juga kolaborasi. “Keberhasilan menarik cruise, lahir dari kerja sama erat antara agen pelayaran, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata,” ia menambahkan.
Kini, GSN tak lagi sekadar gerbang keluar-masuk penumpang. “Gapura Surya Nusantara adalah etalase pariwisata maritim Indonesia,” tegas Ana memungkasi.
Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa optimistis arus penumpang akan terus naik hingga akhir tahun. Tanjung Perak akan tetap mempertahankan diri sebagai wajah maritime Indonesia ke penggaungg global. Tidak hanya di semester pertama, hingga tutup tahun 2025, GSN akan memosisikan diri menjadi gerbang perpindahan barang dan penumpang Nusantara.
Editor : Rochman Arief