x
x

Indonesia Memiliki Atlit MMA Berprestasi. Peran Pemerintah Masih Minim. Ini Harapannya

JATIMKINI.COM, Cabang olahraga ( cabor ) beladiri Mixed Martial Arts ( MAA ) kini mulai banyakn dicendrungi kaum anak muda di beberapa provinsi maupun daerah. Namun, peran pemerintah dalam mendukung cabor tersebut masih kurang maksimal padahal cabor MMA sendiri seduah mendunia.

Hal itu diungkapkan Sekeretaris Jendral PP IBCA MMA,  Maraden Lumbantoruan di sela event Kejuaraan Nasional ( Kejurnas ) Junior dan Open Turnamen Youth IBCA MMA 2025 di Surabaya kemarin.

Maraden mengakui, walaupun dua tahun kemarin cabor MMA sudah diakui oleh KONI Pusat. Namun, setiap pergelaran event MMA tingkat daerah maupun nasional peran pemerintah  dalam mendukung masih kurang maksimal sehingga, pihaknya harus mengeluarkan anggaran secara mandiri. Walupun demikian kata Maraden, pemerintah sudah mendukung dengan kehadiran cabor MMA ini

"Kami harus bekerja keras untuk membangkitkan cabor MMA ini. Tujuannya, kami mencari bibit-bibit baru atlit MMA untuk kancah Internasional. Kedepan kami berharap, pemerintah lebih maksimal lagi mendukung cabor ini," ucap pria ini.

Lebih lanjut Maraden mengatakan, bahwa event  Kejuaraan Nasional ( Kejurnas ) Junior dan Open Turnamen Youth IBCA MMA 2025 yang berlangsung di Surabaya  selama tiga hari  (15,16, dan 17 Mei 2025.) pertama kali di lakukan di Indonesia. Tercatat hampir 200 atlit lebih dari total 21 provinsi yang mengkuti kejurnas MMA di Surabaya.

"Nantinya kami akan menyaring para atlit untuk mengikuti event MMA di Libanon. Walaupun atlit MMA cukup kuat tetapi kami optimis para atlit MMA kita bisa mengimbangi perlawan para atlit MMA asing. Semoga," kata Maraden

Seperti diketahui, ajang Kejuaraan Nasional ( Kejurnas ) Junior dan Open Turnamen Youth IBCA MMA 2025 yang di gelar di Surabaya kemarin merupakan pertama kali di Indonesia. Dalam Kejurnas Junior dan Open Turnamen Youth IBCA MMA 2025 kompetisi ini mempertandingkan empat kategori usia yaitu,  Youth C (12–13 tahun), Youth B (14–15 tahun), Youth A (16–17 tahun), dan Junior (18–20 tahun), masing-masing dengan sejumlah kelas berat dan diikuti 21 provinsi. Semua pertandingan mengacu pada regulasi International Mixed Martial Arts Federation (IMMAF) yang telah disesuaikan oleh KONI Pusat.

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur