x
x

TPS Pilih Tanam Bibit Pohon, Tegaskan Komitmen Keberlanjutan

JATIMKINI.COM, Ada yang berbeda dari perayaan ulang tahun PT Terminal Petikemas Surabaya yang ke-26. Anak perusahaan subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) ini tidak menerima karangan bunga, sebagaimana ulang tahun perusahaan pada umumnya.

Kali ini TPS hanya menerima ucapan ulang tahun dalam bentuk bibit pohon. Selanjutnya operator jasa kepalabuhanan ini menanam bibit bersama entitas pengirim di area gate domestik dengan kemasan tema 'Let’s Plant Our Tree' pada Jumat (2/5/2025).

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kolaboratif memperluas manfaat core business TPS. Terutama dalam tata kelola lingkungan dan sosial atau environment, social and governance (ESG).

“Setiap pohon yang ditanam bersama merupakan cerminan dari komitmen jangka panjang kita bersama terhadap kelestarian bumi,” ungkap Erika A. Palupi.

Erika menegaskan, TPS turut melibatkan seluruh mitra dalam menjaga sekaligus merawat lingkungan. “Jadi, tidak sebatas pada mitra bisnis yang memiliki irisan dengan usaha kami,” tegas Erika.

Sejumlah mitra kerja yang meliputi, shipping line, shipping agency, forwarding, perusahaan transportasi darat, perbankan, hingga regulator atau pemerintah, turut berpartisipasi di kegiatan ini.

Mitra perbankan turut melakukan penanaman bibit pohon digte domestik TPS, sebagai bentuk dukungan terhadap bisnis berkelanjutan.Mitra perbankan turut melakukan penanaman bibit pohon digte domestik TPS, sebagai bentuk dukungan terhadap bisnis berkelanjutan.

TPS menjadikan kegiatan ini sebagai virus positif yang memberi manfaat besar bagi semua pihak. Harapannya bisa turut melestarikan lingkungan berkelanjutan di bidang sosial dan lingkungan.

“Penanaman pohon ini memiliki tujuan jangka panjang, dalam mendukung perubahan iklim serta pembangunan berkelanjutan. Ini sesuai dengan Piagam Paris 2015,” Erika menambahkan.

Dengan mengusung tema HUT ke-26 'ELEVATE (Excellence in Leading Exceptional Values and Advanced Transformative Efforts)', TPS menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi.

Nilai tambah yang diberikan tidak sebatas operasional dan layanan, tetapi mencakup manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan ini juga merupakan lanjutan ESG Journey TPS serta bagian dari kampanye 'Let’s Move with Purpose'. Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan kemasan fun trekking, di Bukit Cendono Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/4/2025).

Komitmen lainnya adalah melakukan elektrifikasi alat bongkar muat. Belum lama ini TPS melakukan peremajaan container crane (CC) dan rubber tyred gantry (RTG) yang lebih ramah lingkungan.

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan