x
x

Pengusaha 'Timur Tengah' Halalbihalal di Gresik, Mau Investasi?

JATIMKINI.COM, Ada pemandangan yang tidak lazim dalam acara halalbihalal pelaku usaha di Gresik, Kamis (17/4/2025). Sebab, cukup banyak pelaku usaha berpakaian Timur Tengah yang memenuhi hall ruang pertemuan Sekarasa Café and Resto, di Kecamatan Manyar, Gresik.

Cukup banyak bidang yang digeluti pelaku usaha yang datang dalam halalbihalal kali ini. Di antaranya jasa kontraktor, manufaktur, mineral, penyedia gas, transportasi, sampai makanan dan minuman.

Para pelaku usaha yang berpakaian Timur Tengah ini adalah anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik. Para pelaku usaha ini menghadiri halalbihalal, dan sengaja berpakaian ala Timur Tengah.

Menurut, Ketua Dewan Pimpinan Kota-kabupaten (DPK) Apindo Gresik, Alfan Wahyuddin, halalbihalal ini sengaja memberi warna yang berbeda.

“Dari sisi vibes sengaja menonjolkan gaya Timur Tengah agar anggota makin kreatif. Munculnya kreativitas, sebagai cerminan dalam menjalankan usaha,” ungkap Alfan.

Tidak sedikit di antara pelaku usaha ini saling membantu merapikan pakaian. Setidaknya menjadikan outfit-nya lebih tertata. Tak luput Alfan melemparkan pujian kepada anggotanya yang betul-betul kreatif menggelar kegiatan ini.

Sekretaris DPK Apindo Gresik, Ngadi bersama Direktur Klinik Hukum, Ichwansjah. Sekretaris DPK Apindo Gresik, Ngadi bersama Direktur Klinik Hukum, Ichwansjah.

Sebab, outfit yang dikenakan anggotanya memunculkan gelak tawa mapun pujian. Namun tidak sedikit yang mengenakan pakain formal, mengingat acara digelar weekday atau hari kerja.

Di dalam halalbihalal kali ini disisipkan diskusi menyangkut situasi perekonomian terkini baik di Gresik, nasional hingga global. Point of view (POV) masih seputar perang dagang yang melibatkan Amerika Serikat dengan China.

“Imbasnya memang ke mana-mana. Termasuk anggota Apindo di Gresik. Sebab ada anggota kami yang produksi dan ekspornya melambat,” Alfan menambahkan.

Dalam halalbihalal sekaligus diskusi ini hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik, Zainul Arifin. Dalam paparannya ia berharap pelaku usaha tidak tergesah-gesah melakukan PHK.

“Minimal efisiensi di tingkat jam kerja, bukan PHK. Karena indikator kinerja pemerintah diukur dari naik turunnya jumlah pengangguran dan ketersediaan lapangan kerja,” ungkap Zainul, yang turut berpakaian ala Timur Tengah itu.

Sementara itu, dr Richa Difayana, dokter umum dari RS Graha Husada Gresik, menilai SDM adalah instrumen investasi dari dunia usaha. Ia menyoroti perlunya literasi kesehatan baik kepada pelaku usaha maupun pekerja agar produktivitas tetap terjaga.

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan