x
x

Di Anggap Melanggar HAM, Kader IMM di Wajibkan Melawan Kekerasan Bagi Perempuan.

JATIMKINI.COM, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya menyelenggarakan Kajian Publik dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP).

Perhalatan yang bertajuk "Mengingat Sejarah, Menggerakkan Aksi: Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan sebagai Momentum Perubahan” yang diselenggarakan pada Jum'at (29/11/2024) di Kampung Mahasiswa PJE, Malang kemarin.

"Setiap manusia harus memahami bahwa segala bentuk kekerasan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) , setiap manusia harus terus memahami terhadap berbagai bentuk kekerasan yang ada, setiap manusia harus melakukan ‘gerakan’ dalam merubah kondisi dan memberikan kesadaran secara mayoritas," ungkap Kepala Prodi Sosiologi FISIP UMM, Luluk Dwi Kumalasari dalam keterangan resminya pada Jatimkini.com, Sabtu (30/11/2024)

Luluk Dwi juga menjelaskan, bahwa saat ini isu-isu kekerasan dimana secara konsep kekerasan tidak hanya berbentuk fisik namun juga terdapat bentuk lainnya.

“Ada beberapa hal yang bisa dikategorikan sebagai kekerasan, seperti kekerasan langsung yang mana terlihat dan jelas, kemudian kekerasan struktural yang mana terjadi karena adanya sistem sosial, ekonomi yang membentuknya, dan juga ada kekerasan secara kultural yang mana mengacu pada aspek budaya, kultur dan ideologi yang membentuk," jelasnya.

Luluk Dwi Kumalasari memberi pesan singkat kepada peserta yang notabene merupakan kader-kader IMM se Malang Raya.

“Segala bentuk ketidakadilan dan kesewenang-wenangan dan kemungkaran adalah lawan besar gerakan IMM dan perlawanan terhadapnya adalah kewajiban bagi setiap kader IMM," tegas wanita ini.

Sementara itu, pegiat isu perempuan
Miri Pariyas menambahkan, bahwa saat ini banyak kasus terkait kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di area malang.

“Saat ini banyak sekali terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan bahkan tidak hanya di lingkup masyarakat namun juga di lingkup kampus dan sekolah," katanya.

Ia menegaskan pula, bahwa seorang aktivis tidak hanya mengkritik permasalahan tersebut, namun juga harus mampu menyikapi hal tersebut bahkan juga diharapkan mampu menanggapi isu kekerasan sebagai langkah awal untuk mengurangi permasalahan kekerasan.

"Selain itu, banyak juga kasus kekerasan yang terjadi tidak hanya pada perempuan namun juga pada laki-laki," ujarnya

Sehingga pula kata dia, kekerasan juga dianggap seolah sebagai budaya di negara kita. Bahkan sangat dianggap hal biasa bagi masyarakat dan cenderung tidak terlalu dipedulikan. Mengingat banyaknya kasus kekerasan yang terjadi membuat banyaknya peraturan yang dibuat untuk mengurangi tindakan tersebut.

"Namun meskipun masih banyak peraturan yang telah dibuat nyatanya masih banyak kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat," pungkasnya

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan