Kondisi pasar di Kota Malang mulai bergeliat menandai perekonomian kian membaik sejalan dengan harga kebutuhan pokok yang stabil.
"Info pedagang beras, harga akan turun Rp200-Rp300 per kg. Begitu juga harga bahan pokok lainnya mulai turun," tegas Ibu Yani, pedagang di Pasar Oro Oro Dowo, Kota Malang, Jumat (24/2).
Ia menyatakan harga beras memang sempat melonjak dalam beberapa bulan ini. Namun, setelah gencarnya operasi pasar, mulai ada tanda-tanda bakal menurun. Saat ini, beras medium dalam kemasan Rp12.500 per kg dan beras medium kiloan Rp11.500 per kg.
Kondisi pasar itu cukup menentramkan sehingga inflasi akan terus terjaga. Sesuai data BPS Kota Malang, laju inflasi Januari 2023 secara tahun kalender dan tahunan tercatat, yakni 0,15% (ytd) dan 6,06% (yoy). Adapun secara bulanan tercatat 0,15% ketimbang bulan sebelumnya sebesar 0,58% (mtm) sekaligus terendah se Jawa Timur. Angka itu pun lebih rendah dari Jawa Timur 0,36% (mtm) dan nasional 0,34% (mtm).
BPS mengapresiasi keberhasilan kebijakan Wali Kota Malang Sutiaji sehingga inflasi tetap terjaga.
"Inflasi dan pertumbuhan ekonomi ini memiliki korelasi yang kuat, saling berkaitan satu sama lain, kalau inflasi tinggi pertumbuhan ekonomi terhambat, tetapi kalau stabil, maka, ya mendorong pertumbuhan ekonomi," tegas Sutiaji.
Capaian ini, lanjutnya, berimbas mendongkrak daya beli masyarakat. Kendati demikian, pemangku kepentingan agar tetap mengantisipasi keseimbangan permintaan dan penawaran. Pemantauan melibatkan jajaran perangkat daerah di Pemerintah Kota Malang, Bulog, BPS, Bank Indonesia, OJK, dan instansi lain yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tujuannya guna meminimalisir dampak inflasi.
"Yang jelas daya beli masyarakat pasti naik, pasti akan meningkat," katanya.
Jaga Stabilitas
Saat daya beli meningkat, kemungkinan berpotensi aksi borong bahan pokok. Meski potensi itu bisa saja terjadi, akan tetapi masyarakat diminta tenang.
"Jangan terpancing dengan kondisi pasar. Konsekuensi logisnya bisa saja panic buying di masyarakat. Tetapi saya harap masyarakat tidak melakukan itu," ucapnya.
Tentu, masyarakat diharapkan bijak dalam berbelanja. Di sisi lain, Pemkot Malang menyiapkan berbagai upaya guna mengantisipasi potensi aksi borong tersebut. Dinas terkait bersama pemangku kepentingan akan terus memantau dan mengawasi perkembangan pasar karena mendekati Ramadan dan Lebaran pada Maret dan April nanti.
Sejauh ini, stok bahan pangan pokok sangat aman dan terkendali. Pasar pun diingatkan tidak mengambil kesempatan saat terjadi gejolak harga. Hal itu guna menjaga keadaan kondusif.
Stok pangan pokok di Perum Bulog Malang per 10 Februari, yaitu beras 1.336.645 kg, gula 86.887 kg, dan minyak goreng 39.000 liter.
"Semuanya normal, ketersediaan sembako aman dan terkendali. Hulu sampai hilir kita pastikan semuanya normal dan terkendali," imbuhnya.
Editor : Redaksi