x
x

Umar Sholahudin : Demokrasi Kurang Sehat Jika Masih Ada Paslon Tunggal Dalam Pilkada

JATIMKINI.COM, Budaya pasangan tunggal  ( paslon) dalam Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada )  dipastikan akan terjadi  di Pilkada tahun 2024. Hal ini dikeranakan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota atau UU Pilkada mengakomodasi dan mengatur secara rinci sebagai persyaratannya. Dari  Pasal 54C Ayat (1) huruf a mengatur paslon tunggal dimungkinkan jika tak ada lagi pasangan lain yang mendaftar hingga berakhirnya masa penundaan dan berakhirnya masa perpanjangan pendaftaran.

Melihat kondisi itu pengamat Politik Kebijakan Publik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Umar Sholahudin mengatakan, seharusnya partai politik dalam hal munculnya paslon tunggal seharusnya mempersiapkan diri partai untuk mengusung paslon sehingga nantinya, tidak terjadi pasangan tunggal dalam pilkada nantinya.

"Demokarasi akan berjalan sehat jika tidak ada istilah paslon tunggal karena negara ini adalah demokrasi. Menurut kami , jika pilkada ada paslon tunggal ( kotak kosong ) para partai tidak bisa mengkaderesasi pasangan yang  diusungnya. Seharusnya, para partai sudah menyiapkan sejak pasanmgan (paslon) dalam pesta rakyat ini," kata Umar Sholahudin disela acara Diskusi Terbuka bertajuk 'Mengawal Demokrasi Yang Bersih Dan Beradab' di gedung PWI Jatim, Rabu (18/9/2024)

Menurut Umar Sholahudin, paslon tunggal tidak perlu terjadi dalam Pilkada agar demokarasi nantinya akan lebih sehat dan berkualitas. Kedepan kata Umar Sholahudin, para partai politik harus menyiapkan diri untuk mengusung paslon sendiri agar tidak terjadi adanya paslon tunggal dalam pesta demokrasi.

"Kami berharap kedepan jangan sampai terjadi lagi dengan ada paslon tunggal agar pasta demokrasi kita ini menjadi lebih sehat dan berkualitas. Untuk itu, para partai untuk menyiapan kader-kader yang terbaik untuk berkompetensi dalam ajang pilkada nantinya," pungkas Umar Sholahudin

Sementara kutipan laman resmi Bawaslu, Bawaslu mencatat pada Pilkada 2015 hanya ada tiga calon tunggal di tiga wilayah. Kemudian pada Pilkada 2017 bertambah menjadi sembilan calon tunggal. Lalu dalam Pilkada 2018 bertambah menjadi 16 calon tunggal, dan Pilkada 2020 naik menjadi 25 calon tunggal.

 


 

 

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur