x
x

Cegah Aksi Perundungan & Kekerasan Seksual di Sekolah, FH Unair Gelar Penyuluhan di Madiun

JATIMKINI.COM, Fakultas Hukum Universitas Airlangga melalui bagian Hukum Tata Negara (HTN) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) di SMPN 1 Jiwan, Kabupaten Madiun dengan mengusung tema ‘Pendampingan tentang Hak Anak dalam Rangka Mencegah Perundungan (bullying) dan Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekolah’.

Dosen HTN Unair, Ekawestri Prajwalita Widiati menjelaskan, sosialisasi yang berlangsung selama 27 - 28 Agustus 2024 tersebut dilakukan untuk memberikan penyuluhan dan membangun kesadaran bersama para guru mengenai pentingnya mencegah perundungan (bullying) dan kekerasan seksual.

“Lingkungan tempat tinggal memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perilaku siswa di sekolah, sehingga guru menghadapi tantangan berat dalam menanamkan karakter yang baik dan kedisiplinan. Untuk itu, penyuluhan ini perlu dilakukan,” katanya, Jumat (6/9/2024).

Dia mengatakan dalam forum diskusi di hari pertama bersama guru dan siswa SPMN 1 Jiwan itu, HTN Unair memberikan metode pembelajaran yang tepat untuk mencegah perundungan (bullying) dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Sejumlah guru, bahkan menyampaikan situasi dan kendala terkait pencegahan bullying dan kekerasan seksual di SMPN 1 Jiwan. 

“Dalam forum ini, menggarisbawahi beberapa situasi seperti karakteristik peserta didik yang mayoritas berlatih bela diri di padepokan silat sebagaimana lazimnya Kabupaten Madiun yang terkenal sebagai kota pendekar, di mana hal ini sesungguhnya adalah aktivitas yang positif namun juga berpotensi mencetus tindak kekerasan. Untuk itu perguruan silat sangat penting dilibatkan dalam mencegah perundungan,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, para guru membandingkan model penanaman kedisiplinan dahulu dengan sekarang yang beberapa masih relevan dan sudah tidak lagi relevan. 

Adapun praktik baik yang telah dilakukan oleh para guru SMPN 1 Jiwan di antaranya adalah digunakannya berbagai pendekatan dalam menangani siswa yang bermasalah, misalnya mengarahkan siswa ke kegiatan silat untuk prestasi, menerapkan metode belajar yang variatif, serta aktif menjalin komunikasi dengan orang tua dan pihak perguruan silat ketika terjadi konflik. 

“Bahwa tidak mungkin mengajarkan anti-kekerasan pada anak dengan menggunakan kekerasan, sehingga cara-cara lama yang mendisiplinkan dengan bentakan dan memukul walaupun klaim-nya untuk kebaikan, haruslah dihindari,” tambah Zendy Prameswari, Dosen HTN Unair.

 

 

 

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur