x
x

Atasi Obat Mahal, Muhammadiyah Jatim Desak Pemerintah Gandeng Kampus

JATIMKINI.COM, Pemerintah diminta bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengatasi sengkarut mahalnya harga obat. Langkah tersebut dinilai sangat efektif agar masalah obat mahal di dalam negeri tidak berlarut-larut.

“Saya yakin perguruan tinggi mampu apabila diberi kepercayaan. Contohnya masa pandemi Covid-19. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia mampu mengembangkan vaksin,” ujar Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Mundakir dalam surat elektroniknya, Kamis (4/7/2024).  

Menurutnya, masalah obat mahal harus menjadi perhatian serius, terutama bagi pemerintah. Sebab, kondisi ini membebani masyarakat dari golongan ekonomi menengah ke bawah.

“Ketidakmampuan masyarakat membeli obat lantaran tingginya harga, menyebabkan pengobatan tertunda atau tidak optimal,” tegas wakil rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Menurutnya, problem obat mahal sudah berlangsung sejak lama. Harga obat dan alat-alat kesehatan di dalam negeri diketahui jauh lebih mahal 300-500 persen, atau 3-5 kali lipat dibanding negara tetangga, Malaysia misalnya.

Fakta ini telah memantik reaksi pemerintah. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Kesehatan memastikan harga alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan dapat ditekan, minimal sama dengan negara tetangga.

Penyebab obat mahal juga telah disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Salah satunya adalah inefisiensi perdagangan. Oleh sebab itu, perlu ada tata kelola yang lebih transparan untuk mencari kombinasi semurah mungkin bagi pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan di Indonesia.

Mundakir menegaskan, dengan menggandeng perguruan tinggi, pemerintah bisa memaksimalkan sumber daya manusia yang berkompeten. Termasuk memberi fasilitas penelitian untuk mengembangkan obat-obatan baru.

“Pemerintah bisa mendukung pendirian fasilitas produksi obat di kampus, atau menjalin kerja sama dengan industri farmasi lokal dalam memproduksi obat hasil penelitian perguruan tinggi,” Mundakir menambahkan.

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan