Pemerintah melanjutkan kebijakan konversi gas elpiji 3 kg ke kompor listrik sebagai solusi problem oversupply listrik PLN. Kebijakan itu termasuk mengurangi beban subsidi.
"Problem oversupply PLN akibat pandemi covid-19," kata Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Basilio Dias Araujo di Malang, Jawa Timur, Selasa (20/9).
Saat ini, lanjutnya, solusi oversupply dalam proses penyesuaian setelah industri mulai berkembang dan tumbuhnya investasi. Proses itu diperkirakan sampai tahun 2027 sembari menghitung pengurangan elpiji dan batu bara dengan mencari sumber lain.
"Ini prosesnya berjalan," tegasnya.
Saat ini, pemerintah mendorong optimasi kinerja energi baru terbarukan (EBT) yang sudah tercapai 13ri target 23% sampai 2025.
"Pemerintah terus mendorong energi ramah lingkungan berbasis baru terbarukan," ujarnya.
Editor : Redaksi