x
x

Tembaga di Proyek Tujuh Bukit Terindikasi Naik 71 Persen

JATIMKINI.COM, Kandungan tembaga di proyek tujuh bukit, yang berlokasi di Banyuwangi dindikasikan naik. Berdasar laporan dari Mineral Resource Estimate (MRE) bahwa sumber daya terindikasi (indicated resources) mencapai 755 juta ton. Angka ini naik lebih dari 300 juta ton dari sumber daya terindikiasi yang tercatat 442 juta ton.

Sementara total kandungan sumber daya mineral (terindikasi/indicated dan tereka/inferred) proyek ini, meningkat dari 1,706 menjadi 1,738 miliar ton dengan kandungan tembaga 0,47 persen dan emas 0,5gr per ton.

Peningkatan jumlah sumber daya mineral ini mengonversi sumber daya mineral terindikasi dari 2,7 juta ton tembaga menjadi 4,5 juta ton tembaga. Sedangkan kandungan emas dari 9,4 juta ounces menjadi 16,1 juta ounces.

Sehingga, total sumber daya mineral proyek tembaga Tujuh Bukit dari kandungan 8,1 juta ton tembaga dan 27,4 juta ounces emas, menjadi 8,2 juta ton tembaga dan 27,9 juta ounces emas.

“Merdeka Copper Gold juga tengah melakukan eksplorasi di sekitar operasi yang berizin, untuk terus menemukan potensi-potensi sumber daya mineral,” kata General Manager PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tom Malik dalam surat elektroniknya, Kamis (28/3/2024).

Ini adalah salah satu proyek tembaga terbesar di dunia yang masih dalam fase pra-produksi. Merdeka memiliki 100 persen saham dalam proyek yang dioperasikan PT Bumi Suksesindo.

Ia menambahkan bahwa sejak 2018, Merdeka telah menginvestasikan USD176 juta untuk studi kelayakan. Di dalamnya termasuk eksplorasi sepanjang 1.890 meter, pengeboran untuk mendefinisikan sumber daya, pemodelan geologi, studi teknis, dan studi pra-kelayakan.

PFS ini menegaskan manfaat ekonomi untuk pengembangan tambang bawah tanah. Pada puncak produksinya, proyek tembaga Tujuh Bukit akan memproses 24 juta ton bijih per tahun. Angka itu diprediksi mampu menghasilkan lebih dari 112 ribu ton tembaga dan 366 ribu ounces emas per tahun selama lebih dari 30 tahun.

 “Saat ini, kami fokus mengoptimalkan kinerja dan memulai menyusun bankable feasibility study yang dapat lebih diandalkan. Optimalisasi ini mencakup pengembangan metalurgis untuk meningkatkan perolehan logam yang dapat diekstrak dari bijih dan meningkatan kualitas bijih yang ditambang,” pungkas Tom Malik.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur