x
x

Penjabat Wali Kota Ungkap Keunggulan Warung Tekan Inflasi Kota Malang

JATIMKINI.COM, Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengungkap manfaat warung tekan inflasi terbukti berkontribusi meredam lonjakan harga pangan. Termasuk menjadi solusi menekan inflasi.

Saat ditanya seberapa besar efektivitas warung itu, Wahyu sontak menjawab sangat ampuh menekan inflasi.

"Upaya pengendalian inflasi Desember 2023, dalam lima hari bisa menekan," tegas Wahyu Hidayat, Rabu (13/3).

Saat itu, inflasi November 2023 di angka 0,40%. Setelah intervensi melalui warung tekan inflasi di Pasar Besar, Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo, inflasi terkendali pada Desember 2023 sebesar 0,22%. Bahkan, Januari 2024 mengalami deflasi -0,23%. Pada Februari 2024, inflasi bulanan 0,50% masih dalam 2,5±1%.

Karenanya, warung akan diaktivasi untuk pengendalian inflasi pada Ramadan ini. Adapun biaya operasionalnya menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp1 miliar.

Menurut Wahyu, warung tekan inflasi di Kota Malang berbeda dengan warung serupa di daerah lain.

"Warung tekan inflasi kita berbeda dengan lainnya yang dibiarkan cenderung lambat. Kalau di kita dipaksa sehingga mendorong konsumen membeli (akhirnya) cepat menekan inflasi," katanya.

Sejauh ini, warung tekan inflasi menjual berbagai komoditas pangan pokok tepat sasaran dan terukur dengan harga lebih murah. Intervensi dilakukan ketika harga pangan itu sedang melonjak.

"Ini efektif sekali. Di Pasar Blimbing, saya cek, pedagang mengikuti harga di warung tekan inflasi. Jurus itu sangat ampuh sekali," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang Umar Sjaifudin saat rilis inflasi Februari 2024 menyatakan beras merupakan komoditas paling banyak mengalami kenaikan harga sepanjang lima tahun terakhir.

BPS Kota Malang memantau secara historis harga beras pada 2021-2024 semula Rp11.100 per kg, lalu naik menjadi Rp12.390 per kg. Harga beras terus mengalami kenaikan hingga Februari 2024 menyentuh Rp15.500 per kg atau Rp77.500 per 5 kg.

Rerata harga beras di tingkat petani Rp8.000 per kg mengalami kenaikan 10,66%. Sedangkan harga beras di penggilingan Rp14.000 per kg sehingga naik 11,39% ketimbang bulan sebelumnya.

Akan tetapi, kenaikan harga beras di tingkat konsumen tertahan hanya sebesar 8% atau tidak sebesar kenaikan di petani dan penggilingan.

"Ini berkat upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan inflasi melalui pasar murah dan operasi pasar. Juga adanya warung tekan inflasi," tuturnya.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur