x
x

Pemkot Surabaya Segera Tuntaskan 245 Titik Banjir

Kamis, 22 Feb 2024 15:28 WIB

Reporter : Rochman Arif

JATIMKINI.COM, Musim hujan menjadi momok warga yang lokasinya menjadi langganan banjir. Seperti yang dialami warga Surabaya Selatan dan Barat. Pemerintah Kota Surabaya menjadikan dua wilayah ini sebagai prioritas untuk segera ditangani.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi dalam keterangan tertulisnya menyebut saat ini terdapat 245 titik banjir. Adapun ratusan titik itu meliputi Surabaya Barat dan selatan. Di wilayah Barat, fokus penanganan dilakukan di Pondok Benowo Indah (PBI), Jalan Tengger, dan Pakal Madya.

“Terdapat 245 titik banjir yang coba kami tuntaskan tahun ini. Dan yang menjadi konsentrasi adalah Surabaya Barat. Kemudian agak ke tengah di wilayah Dukuh Kupang,” kata Syamsul, Kamis (22/2/2024).

Untuk kawasan Dukuh Kupang memiliki kontur tanah yang lebih rendah dari jalan. Menurutnya, banjir di kawasan ini bisa mencapai dada orang dewasa. Tak pelak banjir di kawasan ini kerap diunggah ke media sosial.

Dalam waktu dekat, DSDABM Surabaya segera membuat tanggul di kawasan Dukuh Kupang. Rencananya, dengan mengalirkan air untuk diarahkan menuju saluran di sekitar makam Jarak.

“Waktu survei itu ada makam di bawah. Saya sudah bilang ke teman-teman, untuk segera dibangun tanggul sementara. Harapannya agar saat hujan, airnya dialirkan ke makam itu dahulu,” jelasnya.

Syamsul Hariadi menegaskan 245 titik banjir itu sebenarnya sudah banyak yang teratasi. Bahkan selama masa kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi sudah banyak saluran yang diperbesar kapasitasnya.

Petugas dari DSDABM Surabaya melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat sampah.
"Petugas dari DSDABM Surabaya melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat sampah."

“Sudah banyak yang berkurang. 245 titik itu mayoritas disebabkan sampah. Pelaluan-pelaluan (saluran) air itu sudah besar,” Syamsul menambahkan.

Selain saluran yang diperbesar, DSDABM Surabaya juga menggerakkan satgas di masing-masing wilayah. Satgas bertugas memantau saluran dan rumah pompa jika ada yang tersumbat.

Apabila aliran air terseumbat, satgas diminta membersihkan dengan harapan airnya masuk ke saluran. Masalah penyumbatan saluran mayoritas disebabkan tumpukan sampah.

“Kalau sudah kena sampah wes gak isok mlaku (airnya tidak bisa bergerak). Apalagi, kalau sampahnya tali tampar. Bisa nyangkut di baling-baling mesin rumah pompa, mati wes (bisa mati),” paparnya.

Selain rutin melakukan pengecekan saluran dan rumah pompa, DSDABM Surabaya juga menggerakkan kerja bakti bareng warga melalui program Surabaya Bergerak. Menurutnya, animo warga melakukan kerja bakti masih diminati.

Ia menambahkan, kerja bakti bersama melalui program Surabaya Bergerak memberikan efek besar. Dengan kerja bakti, warga ikut membantu melakukan pengerukan sedimen-sedimen di saluran.

Editor : Rochman Arif

LAINNYA