x
x

Pembayaran Parkir Non-tunai di Surabaya Diterapkan Februari 2024, Cek Lokasinya

JATIMKINI.COM, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya berencana menerapkan pembayaran parkir non-tunai mulai Februari 2024. Kesiapan ini ditandai dengan uji coba pembayaran menggunakan digital payment di sejumlah titik parkir.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam keterangan resminya mengatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan sosialisasi secara bertahap. Sosialisasi ini dilakukan sebelum murni diterapkan di 1.370 titik lokasi parkir tepi jalan umum (TJU).

“Insyaallah Februari 2024 sudah dijalankan semuanya, serentak. Yang ada titiknya (parkir TJU) akan dilakukan semuanya (non-tunai),” kata Eri Cahyadi, Senin (29/1/2024).

Ia menambahkan penerapan parkir non-tunai sebagai bentuk kepercayaan publik kepada Juru Parkir (Jukir). Kebijakan ini sekaligus menyejahterakan Jukir dengan meningkatkan pendapatan.

“Sebenarnya warga Surabaya semuanya mendukung (non-tunai), ya sudah lakukan yang terbaik. Masa jumlah warga Surabaya sekitar 3 juta, yang tidak ingin (non-tunai) 100, apa harus ikut yang 100 orang?” Eri Cahyadi menambahkan.

Menurut Eri Cahyadi, pembayaran parkir non-tunai atau cashless ini secara tidak langsung mengajarkan tentang kejujuran. Sebab, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir, bisa diketahui secara riil sekaligus memangkas kemungkinan adanya kebocoran.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan pembayaran non-tunai ini akan dilakukan evaluasi secara bertahap. Harapannya untuk mengetahui jumlah warga yang mendukung kebijakan pemkot, dengan cara membayar parkir non-tunai.

Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui pendapatan Jukir sejak pembayaran non-tunai diterapkan. Apabila pendapatan Jukir tidak tercapai, pemkot akan memberikan sentuhan atau intervensi lainnya.

“Kalau ternyata (Jukir) tidak sampai dapat Rp3-4 juta, sesuai apa yang saya inginkan, berarti butuh sentuhan lainnya. Kalau sekarang kan, sama-sama tidak tahu (pendapatan Jukir). Nah, kejujuran itu dimulai dengan non-tunai,” paparnya.

Belum lama ini, kebijakan pembayaran parkir non-tunai yang dirancang Pemkot Surabaya tidak hanya memangkas kemungkinan adanya kebocoran PAD. Tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan Jukir secara transparan tanpa melalui potongan. Adapun skema pembayaran non-tunai bisa menggunakan QRIS atau alat pembayaran digital lainnya.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur