x
x

12 Panggung Wayang Jek Dong Siap Meriahkan Hut Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Kali pertama wayang gaya Porongan atau Jawa Timuran yang populer disebut wayang Jek Dong diberi kesempatan unjuk diri pada acara pemerintahan daerah. Biasanya birokrat yang membidangi acara hiburan selalu menampilkan wayang Jawa Tengahan. Momen bersejarah itu untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke-165 pada Februari 2024.

Komunitas dalang Jek Dong menyambut gembira momen membahagiakan tersebut karena sudah menjadi rahasia umum bahwasanya wayang Jek Dong selalu dianak-tirikan oleh kalangan birokrat ketika menyiapkan even di lingkar pemerintahan, baik tingkat provinsi, kabupaten maupun kota. Wayang Jawa Tengahan lebih diperhatikan daripada wayang dari daerahnya sendiri.

Surat edaran Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor kepada kelurahan untuk menggelar wayang Jek Dong ( Foto : Pemkab Sidoarjo )Surat edaran Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor kepada kelurahan untuk menggelar wayang Jek Dong ( Foto : Pemkab Sidoarjo )

Kabupaten Sidoarjo sebagai kota tua peninggalan Kerajaan Kahuripan mewarisi beragam kesenian tradisi, diantaranya wayang kulit gagrak Porongan, corak pewayangan yang memiliki stilisasi tersendiri dibanding dengan gaya dari daerah lainnya. Karena pencetusnya adalah Ki Suwoto yang berdomisili di Porong, Sidoarjo kemudian style penyajiannya disebut gagrak Porongan.

Dari Suwoto lah gaya Porongan dikembangkan oleh para muridnya, diantaranya Ki Sulaiman asal Pasuruan yang merajai panggung Gresik, Lamongan, Mojokerto dan menyabet beragam predikat lomba serta mendapat kesempatan pentas di istana kepresidenan. Selanjutnya Ki Sulaiman mewariskan ilmu Jek Dong ke para muridnya yang kini sukses meniti karir sebagai dalang wayang kulit.

Oleh Ki Djumiran, sastrawan Jawa dan guru karawitan SMKN 12, gagrak Porong kemudian diberi sebutan Jek Dong. “Nama Jek Dong berdasarkan bunyi awal gending dimana kecrek, kendang dan gong ditabuh bersamaan berbunyi, jek-dong,” tutur Djumiran dalam sebuah kesempatan sebelum wafat.

Lataran masih terdapat masyarakat pendukung, keberadaan wayang Jek Dong telah berkembang jauh. Prekuensi pementasan beberapa dalang di kawasan pedesaan dalam setahun berkisar antara lima puluh hingga lebih seratus kali. Jauh melampau wayang Jawa Tengahan yang kehilangan masyarakat pendukung, dalam setahun tidak sampai lima kali pementasan. Demikian dituturkan oleh Ki Puguh Prasetyo, dalang dari Gresik.

Adanya perkembangan wayang Jek Dong yang bersumber dari gagrak Porongan maka sudah sepantutnya Pemkab Sidoarjo memberi penghormatan pada kesenian yang memiliki catatan sejarah tersebut.

Pada perayaan hari jadi Sidoarjo akan menggelar 12 pementasan wayang Jek Dong. Bupati Ahmad Muhdlor mengedarkan himbauan pada jajaran kelurahan. Untuk penguatan budaya desa ketika mengadakan sedekah bumi atau ruwat desa supaya menggelar wayang Jek Dong.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur