x
x

Dewan Menyoroti Kemacetan, Begini Penjelasan Pemkot Malang

JATIMKINI.COM, Kemacetan lalu lintas yang belum teratasi secara tuntas berpotensi memicu gangguan kesehatan dan memengaruhi kualitas udara di Kota Malang, Jawa Timur.

Karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menyoroti hal itu. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan Pemkot Malang terkait upaya penurunan angka kemacetan akibat parkir liar dan pedagang kali lima di bahu jalan. Termasuk mendorong program pengembangan transportasi publik melalui subsidi sopir angkutan umum. Kemacetan kerap di Jalan Ranugrati, Muharto, Sumbersari, Dinoyo, Tlogomas, Tunggulmas, Suhat dan Blimbing.

Hal itu mengemuka dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Ranperda APBD tahun anggaran 2024, Senin (20/11).

Terkait hal itu, Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan Pemkot Malang akan tetap bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri melakukan operasi gabungan penertiban parkir liar. Petugas berjaga di sejumlah lokasi terutama jam-jam rawan macet dan  melengkapi rambu untuk mengurangi kemacetan.

"Selain itu, juga membangun parkir di Stadion Gajayana, pembangunan fasilitas parkir di lahan eks Dinas Lingkungan Hidup dan memasang pelican cross," ujarnya.

Soal pedagang kaki lima di bahu jalan, penertiban oleh Dishub bersama Satpol PP. Saat ini, Dishub mengkaji subsidi transportasi angkutan kota. Selanjutnya menyusul kajian lembaga penerima subsidi dan penyusunan Peraturan Wali Kota Malang tentang tata cara pemberian subsidi.

Di sisi lain, imbas polutan dari emisi kendaraan bermotor membuat 43.000 warga Kota Malang menderita infeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan penyakit ispa yang terbanyak sepanjang tahun.

"Tren penyakit tertinggi Ispa, angkanya sudah 46.000 orang. Kedua, penyakit hipertensi. Lalu, gangguan jantung dan diabetes melitus," katanya.

Kendati penyebab ispa bukan tunggal lantaran emisi karbon, tetapi asap kendaraan bermotor tentu turut menyumbang polusi udara. Menurut Husnul, polusi bisa dari asap kendaraan bermotor, debu dampak pembangunan, dan polusi dari hewan peliharaan.

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan