Pelindo Marine Bekali Calon Pelaut Budaya K3L di Atas Kapal

Reporter : Rochman Arief
Awak KT Bima 315 saat mendampingi kadet pembekalan keselamatan kerja di Pelabuhan Tanjung Perak. (Foto: Pelindo Marine Service)

JATIMKINI.COM, Pembekalan keselamatan kerja kadet menjadi tahapan wajib para taruna pelayaran menjalani praktik laut di kapal. Langkah ini ditempuh PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) dalam menciptakan budaya keselamatan kerja di atas kapal.

Pembakalan terhadap calon pelaut ini dilakukan pada Senin, 13 Juli 2026, dengan melibatkan para kadet dari Malahayati (Aceh) hingga Merauke (Papua Selatan), atau 55 wilayah.

Baca juga: Pengelolaan Kontrak Digital PDS Jadi Acuan Perusahaan Perhiasan

Para kadet mendapat pembekalan pemahaman mengenai aspek keselamatan kerja, budaya kerja, serta standar operasional yang harus diterapkan saat bertugas di atas kapal.

“Pelaut merupakan garda terdepan operasional logistik dan keselamatan pelayaran. Kami terbuka memfasilitasi proses belajar adik-adik kadet agar menjadi pelaut yang andal di masa depan,” kata Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT Pelindo Marine Service; Lia Indi Agustiana.

Menurutnya, pembinaan kadet merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan pendidikan maritim nasional. Sejalan dengan itu, anak usaha Pelindo Group ini telah meluluskan 195 kadet dari berbagai sekolah kemaritiman di Indonesia.

Perusahaan, lanjut Lia, ingin menghadirkan ruang belajar sebagai jembatan teori di bangku pendidikan dengan pengalaman kerja di lapangan.

Selain mengenalkan budaya kerja, Pelindo Marine menempatkan disiplin Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai materi utama sebelum para kadet naik ke kapal.

Sementara itu, Manajer Sistem Manajemen dan K3L PT Pelindo Marine Service, Dhani Wijaya Sakti menjelaskan lingkungan kerja di atas kapal memiliki berbagai potensi bahaya yang tinggi. Itu sebabnya setiap kadet harus memahami prosedur keselamatan sejak awal.

“Beragam potensi bahaya ada di atas kapal. Karena itu, kedisiplinan terhadap prosedur keselamatan serta kesadaran K3 sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja,” jelas Dhani.

Baca juga: Pelindo Marine Terjunkan KT Subali II Layani Pendunaan Angkutan FAME, Dukung Transisi Energi Hijau

Ia juga mendorong para kadet aktif mengikuti safety drill sebagai bagian dari latihan menghadapi kondisi darurat. Selama berada di atas kapal penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi kewajiban.

Hal yang menjadi sorotan di atas kapal adalah ‘TER’ yang meliputi terpotong, terbakar, dan tertusuk, yang kerap menjadi penyebab kecelakaan di lingkungan kerja maritim.

Penerapan budaya keselamatan juga dijalankan selama praktik kerja lapangan di Kapal Tunda (KT) BIMA 315 yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Nakhoda KT BIMA 315 Galuh Putranto mengatakan seluruh kru kapal mendampingi proses belajar para kadet. Mereka diperkenalkan pada sistem navigasi, permesinan, hingga budaya kerja selama operasional.

“Kami saling mengingatkan apabila ada tindakan yang kurang aman. Prinsipnya, safety first harus menjadi budaya Bersama,” katanya.

Baca juga: Arus Peti Kemas Pelindo Capai 6,42 Juta TEUs, Sinyal Positif Ekonomi Nasional

Salah seorang kadet asal SMKN 1 Tarano, Kabupaten Sumbawa, Arga mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti praktik laut bersama kru KT BIMA 315.

“Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan di sini. Teguran dari kru membuat saya semakin sadar bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas saat bekerja,” ungkapnya.

Apresiasi program praktik laut tersebut juga disampaikan Kepala SMKN 1 Tarano, Drs. Andi Fausih A.R. Menurutnya, kerja sama dengan Pelindo Marine memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan maritim. 

“Di sini anak-anak mendapat pelatihan kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan profesionalisme di dunia pelayaran,” jelasnya. Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut agar taruna pelayaran memperoleh pengalaman di industri maritim nasional.

Editor : Rochman Arief

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru