Siantar Top Tbk Optimis Tumbuh Double Digit, Ekspor ke AS-Kanada Diperkuat

Reporter : Peni Widarti
Direktur Utama STTP Armin (kiri) dan Direktur STTP Suwanto (kanan) saat menggelar paparan publik 2026. Foto : Peni Widarti

JATIMKINI.COM, PT Siantar Top Tbk (STTP) memilih tetap optimis membukukan pertumbuhan penjualan double digit di 2026, meski kondisi global menantang akibat pelemahan rupiah hingga Rp18.000 dan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Direktur STTP, Suwanto menyebut kinerja ekspor masih tumbuh hingga Mei 2026. Porsi ekspor terhadap total penjualan naik dibandingkan tahun lalu.

Baca juga: Penjualan Siantar Top Diyakini Tumbuh 5% Sampai Akhir 2025

“Pasar internasional kita masih growth 2 digit. Kita terus memperkuat pasar yang sudah masuk seperti Timur Tengah, Asia, Kanada, dan Amerika,” ujarnya dalam paparan publik di Surabaya, Jumat (5/6/2026).

Untuk meredam dampak rupiah melemah dan kenaikan biaya logistik akibat pengalihan rute kapal di Laut Merah, lanjutnya, Siantar Top melakukan efisiensi. Salah satunya optimalisasi loading kontainer, misalnya dari 60 menjadi 80-100 isi per kontainer untuk menekan biaya transportasi.

Di pasar domestik, perseroan juga meratakan distribusi lewat pembangunan depo sejak masa pandemi Covid-19. Tujuannya mengurangi biaya distribusi dan menjaga ketersediaan produk.

“Waktu Covid juga ada membangun depo. Pemerataan produk sudah kita lakukan untuk mengurangi cost yang tidak dimungkinkan,” katanya.

Suwanto mengakui harga bahan baku impor, minyak, dan kemasan naik seiring dolar menguat. Biaya produksi disebut terdampak sekitar 10%. Meski begitu, perseroan menahan kenaikan harga jual ke konsumen selama masih memungkinkan. 

“Kalau misalnya bisa kita tahan ya kita tahan. Tapi kalau memang sudah kurang bagus ya kita harus menyesuaikan dengan keadaan,” jelasnya.

Baca juga: Siantar Top Optimistis Perluas Pasar Ekspor ke Timur Tengah

Ketersediaan bahan baku kemasan sempat langka 2 bulan lalu. Namun pihaknya disebut berhasil mengatasinya meski harga naik.

Direktur Utama STTP, Armin menambahkan, untuk target laba bersih 2026, manajemen belum melakukan koreksi. Target awal pertumbuhan double digit masih dipertahankan.

“Kita tetap berupaya ke sana sehingga membuat kita termotivasi terus. Sampai Mei ini kita juga tumbuh kok,” ucapnya.

Adapun kinerja penjualan bersih Siantar Top pada 2025 tercatat sebesar Rp5,24 triliun dengan laba bersih 2025 sebesar Rp1,18 triliun. Kontrbusi penjualan lokal 81,16 % sedangkan penjualan ekspor sebesar 18,84%.

Baca juga: Pasar Ekspor Tumbuh Positif, Penjualan Siantar Top Kuartal III Tembus Rp3,7 Triliun

 

 

 

Editor : Peni Widarti

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru