Kalahkan Lawan dengan Skor Telak, Tim Basket Putri Ubaya Amankan Tiket Nasional

Reporter : Achmad Arif
Dari kiri: Evelyn Fiyo (pemain tim basket putri Ubaya), Wellyanto Pribadi (pelatih), Mayviana Lysandra Tandiono (kapten tim). (Foto: Arif)

JATIMKINI.COM – Tim bola basket putri Universitas Surabaya (Ubaya) resmi mengamankan gelar juara usai melawan Universitas Ciputra Makasar (UCM) dengan meraih poin 95:28 dalam Campus League Regional Surabaya, Rabu (29/4/2026). Meski berhasil menang dengan selisih skor yang terpaut jauh dari lawan, tim pelatih justru memberikan catatan kritis terhadap performa anak asuhnya di partai final.

Pelatih utama Ubaya, Coach Wellyanto Pribadi, menyatakan bahwa secara kualitas permainan, performa tim di laga final justru menurun dibandingkan pertandingan sebelumnya. Ia menyoroti rendahnya persentase shooting serta adanya faktor ketegangan mental yang menghambat efektivitas serangan.

Baca juga: Campus League Regional Surabaya Memanas, Ubaya Dominasi dan Lolos ke Final

"Secara skor kita memang menang jauh, tapi persentase memasukkan bola sangat jelek hari ini. Mungkin karena tegang atau sempat meremehkan lawan, yang jelas ini jauh dari performa maksimal," ujar Coach Welly saat sesi wawancara pasca-pertandingan.

Menatap babak Nasional yang akan bergulir satu bulan ke depan, Ubaya mewaspadai tim-tim asal DKI Jakarta yang dinilai memiliki kualitas kompetisi dan postur pemain yang lebih unggul. 

Kapten tim basket putri Ubaya, Mayviana Lysandra Tandiono, menekankan perlunya penguatan pada sektor pertahanan (defense) dan komunikasi antar pemain.

Evelyn Fiyo, pemain tim basket putri Ubaya mengungkapkan bahwa tim selama ini melakukan sparing melawan tim putra untuk mengasah ketangguhan fisik dan mental.

Meskipun Coach Welly memilih merendah dengan target "bermain sebaik mungkin," tim tetap mengincar hasil maksimal di level nasional.

Fiyo, salah satu pemain andalan yang juga memiliki pengalaman di SEA Games, mencatat bahwa persaingan di tingkat regional saat ini masih belum merata. 

"fokus utama tim saat ini bukan lagi sekadar mengejar kemenangan skor, melainkan meminimalisir kesalahan teknis seperti turnover untuk menghadapi lawan yang lebih berat di fase berikutnya," tutup Fiyo..

Editor : Ali Topan

Ekonomi
Berita Populer
Berita Terbaru